Senin, 13 Desember 2010

amanah

AMANAH

Oleh : Sarwan kelana as-syamsi



Segudang janji politik sudah di sebar ke ceruk kampung. Sejuta usaha sudah di kerahkan demi meraup simpati dan meyakinkan hati. Ada yang terus-terusan tampil all out selama musim kempanye terbuka, ada pula yang lebih memilih cara pendekatan yang berbeda, silaturahmi kerumah-rumah, bertemu bual dengan masyarakat. Terlepas dari apapun upaya yang di lakukan “restu rakyatlah” yang menentukan. Riaupos, senin 31/06 hlmn 12



Tanggal 03/06 terjadilah pemilahan umum kepala daerah. Setiap pemilihan tentu ada yang menang dan ada yang kalah, kepada yang kalah hendaklah berjiwa besar dan lapang dada. Malah sebaliknya kepada yang menang harus berhati-hati jangan sampai dikhianati amanah yang sudah diberikan masyarakat. Siapapun yang terpilih sebagai kepala daerah bagi saya tidak perlu untuk di permasalahkan, asal peroses sewaktu pemilihan berjalan dengan lancar sesuai dengan yang sudah ditentukan oleh komisi pemilihan umum KPU. Tapi yang perlu untuk kita ingatkan kepada para pemimpin-pemimpin saat ini hendaknya jangan lupa dengan janji-janji politik yang sudah di sebarkan kependuduk kampung dulu.



Jangan merasa bangga atau sombong, karna terpilihnya kita tidak lain dan tidak bukan atas pilihan rakyat. Ingat itu adalah amanah yang harus dijalankan sesuai dengan aturan dan syaaariat islam. “sesungguhnya kami telah menawarkan amanah kepada langit,bumi dan gunung tetapi mereka enggan memikulnya dan merasa berat dengannya, sebaliknya manusia sanggup memikulnya. Sesungguhnya manusia sangat zalim lagi kurang pengetahuannya (bodoh)”.QS Al-Ahzab:72



Ayat ini menunjukkan bahwa amanah adalah suatu hal yang penting dan besar maknanya dalam kehidupan. Tampa amanah, kualitas akan digadaikan oleh manusia karna kepentingan peribadi. Memang benar, amanah adalah sesuatu yang berat sehingga mahluk-mahluk Allah yang besar, seperti langit, bumi, serta gunung tidak sanggup untuk memikulnya. Sebaliknya, manusia yang kerdil ini sanggup menerimanya. Maka sebagian dari manusia mendapatkan azab dari Allah disebabkan tidak menjalankan amanah yang diberikan dan lupa dengan janji-janji yang telah di ucapkan sebelum terpilih. Mereka ini merupakan golongan yang zholim dan kurang pengetahuannya tidak berpikir dengan akal yang di berikan.(al-qur’an for life exelelence



Insan yang cemerlang dan gemilang adalah mereka yang memengang amanah. Menurut imam Alusi amanah adalah “ Tanggung jawab yang berkaitan dengan hak-hak Allah dan hak-hak mahluk baik yang berbentuk perbuatan, perkataan atau kepercayaan”.



Hilangnya Amanah



Realita sekarang yang terjadi di masyarakat kita dengan bertumpuknya kasus-kasus, semua terjadi karna hilangnya amanah. Amanah sangat dekat dengan kejujuran kalau manusia sudah tidak jujur banyak hal-hal yang tidak kita inginkan mudah terjadi. Untuk menjadi sosok pemimpin yang baik dan dapat di banggakan oleh masyarakat jangan sampai amanah dan kejujuran di lupakan.



Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. bahwa Rasulullah bersabda: hendaklah kamu berlaku jujur, karna sesungguhnya kejujuran itu mengantarkan seseorang menuju kebaikan, dan kebaikan tersebut mengantarkan seseorang menuju ke surga. Seseorang yang senantiasa berkata jujur, niscaya di hadapan Allah akan di catat sebagai seorang yang jujur. Dan jauhilah perkataan yang dusta, karna kedustaan itu mengantarkan seseoarang menuju kejahatan , dan kejahatan tersebut mengantarkan seseorang menuju ke neraka. Seseorang yang senantiasa berkata dusta, niscaya dihadapan Allah akan di catat sebagai orang yang pendusta. (HR.Bukhari dalam kitab Adab )



Hadits diatas menggambarkan tentang keutamaan dan kemuliaan yang akan diperoleh bagi seseorang yang senantiasa berkata benar dan menjalankan amanah yang diberikan maka mereka berhak mendapatkan surganya Allah.( maj’mu ad-da’wah)



Hidup adalah Amanah

Seluruh kehidupan yang kita jalankan ini adalah amanah. Dan amanah itu di tuntut dalam setiap hal, setiap panca indra yang di karuniakan Allah kepada mahluknya juga merupakan amanah. Dalam surat al-isra’ ayat:36 Allah berfirman “sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan dimintai pertanggung jawaban”. Pemimpin yang cemerlang adalah mereka yang menjalankan amanah yang di pikulnya dengan ikhlas dan mencari ridho Allah, untuk mencapai hidup bahagia di dunia dan akhirat.

Amanah menjadikan seseorang bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan. Oleh karena itu dalam surat al-Qasas ayat 26 Allah berfirman “salah seorang dari kedua wanita itu berkata, ya bapakku, ambillah dia sebagai orang yang bekerja pada kita, sesungguhnya orang yang paling baik untuk di jadikan pekerja adalah orang yang kuat lagi beramanah”. amanah akan melahirkan Integritas dan amanah menjadi syarat penting bagi seseorang untuk diberi kepercayaan memikul suatu tugas.

Dalam pemerintahan, Gubernur, Wali kota, dan Bupati begitu juga dengan pemimpin-pemimpin lainnya seperti Rektor, kepala sekolah adalah orang yang di percaya untuk menjalankan suatu amanah dari rakyatnya. Maka ia harus menunaikannya, karna amanah adalah kewajiban dan harus di pegang penuh ketika amanah itu kita terima.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghianati kepercayaan Allah dan Rasul-Nya dan jangan pula kamu menghianati amanah-amanah yang di percayakan kepadamu sedang kamu mengetahui persoalannya” (QS:8:27)



Dalam ayat ini manusia dilarang untuk menghianati amanah yang Allah dan Rasul berikan, dan begitu juga dengan amanah yang di berikan oleh manusia. Dengan demikian para pemimpin bertanggung jawab menjalankan aturan-aturan Allah sebagaimana firmannya “dan kami jadikan diantara mereka pemimpin yang diberikan hidayah dan kami perintahkan mereka untuk mengerjakan kebaikan, mendirikan sholat, membayar zakat dan beribadah” QS:32:24



Tugas dan kewajiban

Seorang pemimpin yang baik dia harus menjalankan tugas dan kewajiban yang diamanhkan kepadanya, diantaranya menegakkan kebenaran dan dapat menguasai hawa nafsunya hal seperti inilah yang telah diamatkan oleh Allah kepada Nabi Daud as. “Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan” (QS,Shaad:26)

Siapa nanti yang terpilih maka dialah yang diberikan amanah oleh masyarakat baik berupa kedudukan, kekuasaan atau wewenang maka yang pertama kali harus dilakukan adalah berusaha menegakkan kebenaran dan keadilah, tidak berlaku kejam dan sewenang-wenang. Dalam mengambil suatu keputusan atau tindakan hendaklah didasarkan kepada alasan-alasan yang obyektif, bukan berdasarkan kebencian liki and dislike dan bersikap a-perior, setiap perbuatan yang di murkai Allah cepat atau lambat pasti akan mendapat azab atau laknat dari Allah.





Sarwan kelana as-syamsi

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin jurusan tafsir hadits

Tidak ada komentar: