“FAEDAH DAN HUKUM MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW”
Oleh: Sarwan kelana al-alaiyi
”Bulan ini, tepatnya pada tanggal 26 Februari 2010, adalah tepat 12 Rabi-Al-Awwal 1431H pada penanggalan Islam (Hijriah). Pada hari tersebut, Nabi junjungan kita Muhammad dilahirkan. Semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada beliau beserta keluarga dan sahabatnya.”
Hari tersebut, di Indonesia dikenal dengan Maulid Nabi (Milad an Nabi). Maulid Nabi memang bukan hari besar Islam kalau dilihat dari pandangan al Quran dan Hadis. Nabi sendiri pun tidak menganjurkan harinya diperingati. Tetapi, merujuk pada sejarah, di era kekhalifahan juga pernah diadakan peringatan kelahiran Nabi . Untuk itu, sebagai penghormatan, pada hari itulah, kita setidaknya mengingat hari lahirnya Nabi yang kita cintai. Seseorang yang diberi hidayah Allah sebagai penerang dengan membawa ajaran hinggan akhir jaman.
Di kehidupan masa kini, kita telah mafhum dan mengenal berbagai macam peringatan hari-hari, baik itu hari kenegaraan (nasional) seperti Hari Kemerdekaan, mungkin juga hari Ulang Tahun perusahaan tempat kita bekerja, dan juga sangat banyak yang memperingati hari Ulang Tahun diri sendiri. Peringatan itu tidak harus mewah, besar, dengan mengundang puluhan hingga ratusan orang. Banyak pula yang sekedar merenung, mengulang seluruh kegiatan, baik kegiatan bangsa, kegiatan di perusahaan, atau juga seluruh pekerjaan yang telah dilakukan selama setahun. Dan seluruh renungan itu tidak haram, karena dengan merenung dan mengevaluasi segala pekerjaan kita, kita menjadi manusia yang selalu ingat. Dan apa karunia bagi orang yang ingat? Yaitu diberikan penerang dan hidayah baginya.
Oleh karena itu, sebagai suatu momen penting 12 Rabiul Awwal 1431H, seperti di kampung-kampung, bahkan dijadikan sebagai hari penting dan Indonesia sendiri pun menjadikan tanggal tersebut sebagai hari libur nasional. Harapan kita, di hari libur itu, juga hari-hari selanjut, bulan selanjut, dan di seluruh hidup kita selanjutnya, kita seterusnya dapat meneladani dan menyikapi hidup kita berdasarkan apa yang diajarkan dan dicontohkan Sang Nabi Kekasih Allah Swt.
Sebagaimana firman Allah :
"(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Al-A'raa 7:157)
Faedah memperingati maulid nabi muhammad saw
Sikap baginda Rasulullah saw terhadap orang lain selalu baik, wajahnya senantiasa ceria. Bila sedih, beliau tidak menampakkan kesedihannya di hadapan orang lain. Bila orang lain menyakitinya beliau sedih, tetapi tidak mengeluarkan kata-kata kasar. Beliau senantiasa yang pertama mengucapkan salam kepada orang lain. Beliau tidak rela bila seseorang di hadapannya menghancurkan harga diri orang lain dan menjelek-jelekkannya. Beliau tidak pernah menjelek-jelekkan orang lain. Beliau dalam beribadah tidak kenal lelah. Karena berdiri salat sehingga kakinya bengkak. Malam-malamnya dipenuhi dengan ibadah dan doa serta minta ampunan kepada Allah. Beliau banyak membaca istigfar. Sehingga dikatakan kepada beliau mengapa engkau banyak beristigfar? Engkau kan tidak berdosa? Istigfar untuk apa? Beliau menjawab: “Afala Akuna Abdan Syakura?” Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur, atas segala nikmat yang diberikan kepadaku? (Bihar Al-Anwar, jilid 10, hal 40).
Oleh karena itu begitu banyak faedah yang dapat kita ambil dari peringatan maulid nabi diantaranya:
1. Peringatan maulid Nabi Muhammad saw merupakan tempat untuk silaturahmi antar sesama muslim. Imam Ja’far Shadiq as mengatakan: “Saling berziarahlah kalian satu sama lainnya! Sesungguhnya dalam zirah kalian dengan sesama akan menghidupkan hati kalian, dan mengingatkan hadis-hadis kami. Hadis-hadis kami membuat kalian lebih dekat dan lebih sayang satu sama lainnya”.(al-Kafi, jilid 2, hal 186).
2. Acara memperingati maulid Nabi saw merupakan wadah untuk mengkaji kehidupan beliau untuk memperkenalkan beliau kepada generasi muda lebih jauh. Karna generasi muda sekarang jauh dari sejarah Islam.
3. Acara memperingati maulid Nabi saw adalah sarana untuk lebih mencintai dan meneladani beliau. Pepatah mengatakan: “tak kenal maka tak sayang”. Sangat mungkin seorang muslim tidak banyak tahu tentang sejarah kehidupan Nabinya, lantas bagaimana mungkin ia akan meneladani nabinya, jika ia sendiri tidak mengenalnya. Untuk menyayangi sosok pribadi yang agung perlu pengenalan lebih jauh, karena dengan banyak mengenal pribadi beliau kecintaan kita akan lebih bermakna. Dengan memperingati maulid Nabi saw, kaum muslimin akan menjadikan beliau sebagai teladan dalam kehidupnya, dan tidak perlu meneladani orang-orang yang tidak layak untuk diteladani. Mengapa sebagian kaum muslimin meneladani gaya kehidupan orang kafir? Karena mereka kosong dari teladan. Kita sebagai muslimin harus mengikuti gaya hidup Rasulullah saw, tidak saja dalam melaksanakan salat, tetapi dalam ucapan, tingkah laku, pergaulan dan perdagangan. Oleh karena itu kita harus mengenal beliau.
Rasulullah saw adalah manusia luar biasa, kalau kita mau menyebutkan keutamaan-keutamaan beliau, tinta akan mengatakan ketidakmampuannya untuk menulis. Namun, menuliskan sedikit adalah sebuah kebanggaan dan pelajaran bagaikan merasakan setetes air itu lebih baik dari pada tidak sama sekali. Sebagai pengenang mari kita kenang kembali sebagian kecil dari kehidupan manusia agung ini, dengan memperingati maulid Nabi Muhammdad saw.
Hukum memperingati maulid nabi Muhammad saw
Maulid Nabi saw. adalah kelahiran nabi Muhammad Rasulullah saw. Beliau saw. dilahirkan di tengah keluarga bani Hasyim di Makkah. Mengenai tanggal kelahirannya para ahli tarikh berbeda pendapat dalam masalah ini dan tidak ada dari mereka yg mengetahui secara pasti namun menurut buku Sirah Nabawiyah karya Shafiyurrahman Mubarakfury -Juara I lomba penulisan sejarah Nabi yg diadakan oleh Rabithah Al-Alam Al-Islamy- Nabi Muhammad saw. dilahirkan pada hari senin pagi tanggal 9 Rabiul Awal permulaan tahun dari peristiwa gajah.
Bertepatan dengan itu terjadi beberapa bukti pendukung kerasulan di antaranya adalah runtuhnya sepuluh balkon istana Kisra, padamnya api yg biasa disembah oleh orang-orang Majusi dan runtuhnya beberapa gereja di sekitar Buhairah. Hal ini diriwayatkan oleh Baihaqi. Selain itu Ibnu Sa’ad meriwayatkan bahwa Ibu Rasulullah saw. berkata Setelah bayiku keluar aku melihat ada cahaya yg keluar dari kemaluanku menyinari istana-istana di syam. Setelah Aminah melahirkan dia mengirim utusan kepada kakeknya Abdul Muththalib untuk menyampaikan berita gembira tentang kelahiran cucunya.
Maka Abdul Muththalib datang dengan perasaan suka cita lalu membawa beliau ke dalam ka’bah seraya berdo’a kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya. Dia memilihkan nama Muhammad untuk beliau sebuah nama yg belum pernah dikenal di kalangan Arab. Kemudian beliau dikhitan pada hari ke tujuh seperti yg biasa dilakukan oleh orang-orang Arab.
Itulah sekelumit sejarah tentang kelahiran Nabi saw. yg kemudian momen penting tersebut diperingati oleh kebanyakan kaum muslimin sejak berlalunya tiga generasi yaitu generasi sahabat tabi’in dan tabi’ tabi’in.
Rasulullah saw. Bersabda. Janganlah kamu berlebih-lebihan memujiku sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji putera Maryam. Aku hanyalah seorang hamba maka katakanlah Abdullah wa rasuluhu. Dalam hadis yg lain Rasulullah saw. bersabda Jauhilah oleh kamu sekalian sikap berlebihan karna sesungguhnya sikap berlebihan itulah yg telah menghancurkan umat-umat sebelum kamu. Dan dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda Binasalah orang yg berlebih-lebihan dalam tindakannya.
Hadis di atas menerangkan larangan Rasulullah saw. kepada umatnya untuk memujinya secara berlebih-lebihan. Janganlah kamu sekalian memujiku dengan berlebih-lebihan. Artinya adalah janganlah kamu sekalian memujiku dengan cara yg bathil dan janganlah kalian melampaui batas dalam memujiku.
Kenyataannya kebanyakan manusia sangat berlebih-lebihan dalam memuji dan mengagungkan orang yg menjadi panutan dan junjungannya sehingga mereka meyakini bahwa junjungan mereka itu mampu melakukan sesuatu yg seharusnya hanya hak Allah. Jadi mereka menganggap junjungan mereka itu memiliki sifat ilahiyah dan rububiyah yg sebenarnya hanya milik Allah. Hal itu karna perilaku mereka yg berlebih-lebihan dalam memuji dan menyanjung panutan mereka.
Walupun rasulullah tidak pernah memperingatinya, bukan tidak boleh/di larang kita untuk merayakan peringatan maulid nabi muhammad saw. Tapi jangan sampai berlebih-lebihan dalam perayaannya itu, sebagaimana sabda rasul : ” Jauhilah oleh kamu sekalian sikap berlebihan karna sesungguhnya sikap berlebihan itulah yg telah menghancurkan umat-umat sebelum kamu”. Berbagai sumber makalah, Semoga bermanfaat bagi kita semua Amin...
Penulis adalah mahasiswa UIN Suska Riau
Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir Hadits
Dan Wartawan Tabloid Gagasan UIN Suska
Kamis, 25 Februari 2010
Jumat, 19 Februari 2010
kisah
MALAIKATPUN MENANGIS
Oleh: Sarwan kelana Al-Alaiyi
Wahai saudaraku, sungguh hidup ini hanya sekali maka berbuatlah yang terbaik, hidup mati ditangan Allah, kasih dan sayang hanya milik Allah. Saudaraku mari kita merenung sejenak untuk membaca sebuah kisah yang mana kisah ini membuat para malikat menangis kisah apakah itu? Kisah kasih sayang nya Allah kepada hambanya dan kasih sayangnya hamba kepada sesamanya. Hayatilah, renungkanlah seolah-olah kita berada di dua posisi itu.
Suatu ketika Nabi Isa a.s. Berkata kepada ibunya, Bu dunia ini hanya sementara , sedangkan akhirat itu kekal. Untuk itu marilah kita berangkat kesebuah bukit di lebanon untuk beribadah kepada Allah dan berpuasa di siang hari dan sholat di malam harinya. Persediaan sudah ada di sana berupa daun-daunan dan air hujan untuk kita minum,”
Alkisah, akhirnya mereka berangkat dan menetap cukup lama di bukit itu dengan beribadah, makan dan minum yang ada. Akhirnya pada suatu hari nabi Isa seperti hari-hari biasa pergi menuruni jurang untuk mengambil dedaunan untuk di jadikan makanan pada saat berbuka nanti. Pada saat itulah Malaikat maunt datang menemui ibunya, setelah mengucapkan salam sang Malaikat berkata ”Hai Maryam yang tekun bepuasa di siang hari dan beribadah di malam hari!”
”Sebenarnya kamu ini siapa?” tanya Maryam, sekujur tubuhku bergetar mendengar suaramu dan pikiranku merancau melihat wibawamu”lanjut ibu nabi isa.
”Aku ini yang tidak punya kasihan terhadap anak karna kecilnya, tidak hormat pada yang besar karna dewasanya, akulah yang bertugas mencabut nyawa.”
”Malaikat maut apakah kedatanganmu kepadaku hanya berkunjung atau hendak mencabut nyawaku?”tanya ibu nabi isa
”Siapkah dirimu untuk menghadapi maut?”
”Maukah kamu memberi tempo barang sebentar saja? Aku sedang menanti kedatangan kekasih dan buah hatiku, permata dan penawar kegelisahan hatiku?”pinta ibu nabi isa kepada Malaikat
”Semuanya bukan aku yang menentukan . aku hanyalah seorang hamba Allah, aku tidak kuasa untuk mencabut nyawa seekor nyamukpun tampa seizin Allah. Aku tidak akan menunda sedetikpun untuk mencabutnyawamu di tempat ini”.kata Malaikat maut
”Malaikat maut kamu telah di percaya untuk mengemban tugas, maka kerjakanlah tugasmu itu”sahut Maryam
Begitulah percakapan antara Malaikat maut dengan ibunya nabi isa ketika nabi isa sedang mencari makanan untuk berbuka. Malaikat mautpun kemudian mencabut nyawa Maryam. Nabi isa datang terlambat, lalu menaiki bukit dan membawa dedaunan dan kubis di tangan nya, beliau tidak mengetahui kalu ibunya telah meninggal. Ketika melewati mihrab ibunya dan memandang ibunya masih berdiri di situ beliau mengira ibunya sedang melaksanakan sholat fardu,setelah itu beliau meletakkan makan di samping ibunya, dan beliaupun beribadah.
Seusai beribadah, beliau memandang ibunya dan memanggil dengan penuh kasih dari lubuk hati yang paling khusuk. ”Salam sejah tera wahai ibuku, waktu kini telah malam sekarang tibalah saatnya berbuka bagi yang berpuasa serta tiba juga saatnya untuk beribadah kenapa ibu hanya berdiam diri tampa melakukan semua itu seperti biasa?”begitulah cara nabi isa memanggil ibunya
Setelah sekian lama menunggu dan tidak ada reaksi dari sang ibu, nabi isa pun kembali beribadah.”mungkin ibu sedang tidur”kata nabi isa. Setelah beribah dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada ibunya, beliaupun memanggil lagi ibunya dengan suara yang penuh kasih.”Salam sejahtera wahai ibuku, malam makin larut?”
Namun ibunya tidak bereaksi sedikitpun, nabi isa kembali lagi untuk melanjutkan ibadahnya hingga fajar dia mengira sang ibu masih tidur. Kemudian beliau meletakkan pipinya pada pipi dan mulut ibunya, beliaupun memanggil seraya menangis ”salam sejahtera wahai ibuku, waktu malam telah lewat kini waktu fajar menghampiri tiba saatnya untuk sahur dan ibadah sholat kepada Tuhan yang maha pemurah”.
Melihat kejadian itu para Malaikat dan Jin pun menangis, dan Bukit-bukit di sekitarnya bergema. Malihat hal itu Allah lalu menguji para Malaikat ”Mengapa kalian menangis?”tanya Allah
Ya Allah sungguh engkau maha mengetahui”jawab para Malaikat. Kemudian Allah berfirman ” sungguh aku maha mengetahu lagi maha penyayang”
Tiba-tiba ada suara, ”Isa angkatlah kepalamu. Ibumu sekarang telah wafat dan Allah memberimu pahala yang besar”. Nabi Isa pun mengangkat kepalanya sambil menangis terisak-isak. ”Siapakah yang akan menyertaiku pada saat sunyi dan sendirian? Siapakah yang akan menghiburku di perantauan ini? Siapa pula yang membantuku dalam beribadah?”kata isa ketika itu
Kemudian Allah menyampaikan wahyu kepada bukit untuk menasihatinya,”Isa apa yang kamu risaukan? Tidak inginkah kamu jika Allah yang menjadi penghiburmu?”kemudian beliaupun turun dari bukit menuju perkampungan bani israil, sesudah menyampaikan salam beliau menjumpai mereka.
”Siapa kamu ini? Wajahmu begitu bersinar hingga menerangi Rumah-rumah kami? Tanya bani Israil kepada nabi isa as.
”Aku adalah Ruh Allah. Aku ini nabi isa as, ibuku telah wafat dalam perantaun, sudikah kalian membantuku mengurusi jenazahnya?kata nabi isa
Ma’af ya Ruh Allah. Bukit itu banyak sekali di huni oleh Ular besar dan binatang yang buas, selama 300 tahun leluhur kami tidak berani menjamahnya,kata mereka. Miskipun dengan kecewa beliau kembali menaiki bukit itu, pada saat itulah beliau bertemu dengan dua orang pemuda yang baik beliau mengucapkan salam kepada pemuda itu. “Hai pemuda, ibuku telah wafat di perantauan aku mohon agar kalian dapat membantuku untuk mengurusi jenazahnya” pinta nabi isa
“Kenalkan aku ini adalah Malaikat Jibril dan yang ini Malaikat Mikail, ini obat tubuh dan kain kafan dari Tuhanmu. Ketahuilah pada saat ini bidadari dari surga sedang memandikan dan membungkus jenazah ibumu pakai kain kafan ini” lalu jibril yang menggalikan kubur ibunya. Setelah mensholati jenazah ibunya lalau merekapun menguburkannya. Kemudian nabi isa berkata “Ya..Allah, hanya engkaulah yang melihat posisiku dan mendengar keluhku. Tiada sedikitpun urusanku yang tersembunyi dari Mu. Ibuku telah wafat dan aku tidak menyaksikan wafatnya. Untuk itu izinkanlah dia untuk berbicara padaku.
Setelah itu datanglah wahyu yang mengizinkan dia berbicara dengan ibunya. Beliau berdiri di makam ibunya seraya berbicara dengan perihatin, “Salam sejah tera wahai ibuku? Sapa nabi isa. Lalu terdengarlah suara dari dalam kubur, “Kekasihku ….duhai buah hatiku…!
“Bunda apa yang bunda peroleh di tempat pembaringan dan tempat kembali ini? Bagaimana pula bunda menghadap Tuhan?” Tanya nabi isa. Aku memperoleh tempat pembarigan dan kembali yang baik aku mendapat Ridha Allah dalam menghadap-Nya.(Syaiful bahri, ada surga di telapak kaki ibu)
Wahai saudaraku hamba Allah, cuba kita renungkan sekali lagi dan ulangi dialok antara ibu nabi isa dengan Malaikat maut,dan ketika nabi isa memanggil ibunya dengan penuh hormat dan taat. Apakah diri kita sudah pernah memanggil ibu dan ayah kita seperti itu? Pertanyan itu hanya kita peribadilah yang dapat menjawabnya, sekarang dengan airmata yang mengalir dipipi kita serulah orang tua kita dengan kasih sayang niscaya Allah akan menyayangi kita
Wahai saudaraku, sungguh kisah diatas dapat membuka kembali hati nurani kita, untuk bersiap menghadapi maut dan berbuat baik kepada orang tua kita karna barang siapa yang berbuat baik kepada mahluk di bumi, maka mahluk di lagit akan berbuat baik kepadanya. Baca dan ulangilah untuk menghayati kisah diatas agar hati kita menjadi lembut seperti nabi isa, penuh perasaan kasih dan sayang karena Allah, Amin.
Oleh: Sarwan kelana al_alaiyi
Mahasiswa UIN, Fakultas Ushuluddin
Oleh: Sarwan kelana Al-Alaiyi
Wahai saudaraku, sungguh hidup ini hanya sekali maka berbuatlah yang terbaik, hidup mati ditangan Allah, kasih dan sayang hanya milik Allah. Saudaraku mari kita merenung sejenak untuk membaca sebuah kisah yang mana kisah ini membuat para malikat menangis kisah apakah itu? Kisah kasih sayang nya Allah kepada hambanya dan kasih sayangnya hamba kepada sesamanya. Hayatilah, renungkanlah seolah-olah kita berada di dua posisi itu.
Suatu ketika Nabi Isa a.s. Berkata kepada ibunya, Bu dunia ini hanya sementara , sedangkan akhirat itu kekal. Untuk itu marilah kita berangkat kesebuah bukit di lebanon untuk beribadah kepada Allah dan berpuasa di siang hari dan sholat di malam harinya. Persediaan sudah ada di sana berupa daun-daunan dan air hujan untuk kita minum,”
Alkisah, akhirnya mereka berangkat dan menetap cukup lama di bukit itu dengan beribadah, makan dan minum yang ada. Akhirnya pada suatu hari nabi Isa seperti hari-hari biasa pergi menuruni jurang untuk mengambil dedaunan untuk di jadikan makanan pada saat berbuka nanti. Pada saat itulah Malaikat maunt datang menemui ibunya, setelah mengucapkan salam sang Malaikat berkata ”Hai Maryam yang tekun bepuasa di siang hari dan beribadah di malam hari!”
”Sebenarnya kamu ini siapa?” tanya Maryam, sekujur tubuhku bergetar mendengar suaramu dan pikiranku merancau melihat wibawamu”lanjut ibu nabi isa.
”Aku ini yang tidak punya kasihan terhadap anak karna kecilnya, tidak hormat pada yang besar karna dewasanya, akulah yang bertugas mencabut nyawa.”
”Malaikat maut apakah kedatanganmu kepadaku hanya berkunjung atau hendak mencabut nyawaku?”tanya ibu nabi isa
”Siapkah dirimu untuk menghadapi maut?”
”Maukah kamu memberi tempo barang sebentar saja? Aku sedang menanti kedatangan kekasih dan buah hatiku, permata dan penawar kegelisahan hatiku?”pinta ibu nabi isa kepada Malaikat
”Semuanya bukan aku yang menentukan . aku hanyalah seorang hamba Allah, aku tidak kuasa untuk mencabut nyawa seekor nyamukpun tampa seizin Allah. Aku tidak akan menunda sedetikpun untuk mencabutnyawamu di tempat ini”.kata Malaikat maut
”Malaikat maut kamu telah di percaya untuk mengemban tugas, maka kerjakanlah tugasmu itu”sahut Maryam
Begitulah percakapan antara Malaikat maut dengan ibunya nabi isa ketika nabi isa sedang mencari makanan untuk berbuka. Malaikat mautpun kemudian mencabut nyawa Maryam. Nabi isa datang terlambat, lalu menaiki bukit dan membawa dedaunan dan kubis di tangan nya, beliau tidak mengetahui kalu ibunya telah meninggal. Ketika melewati mihrab ibunya dan memandang ibunya masih berdiri di situ beliau mengira ibunya sedang melaksanakan sholat fardu,setelah itu beliau meletakkan makan di samping ibunya, dan beliaupun beribadah.
Seusai beribadah, beliau memandang ibunya dan memanggil dengan penuh kasih dari lubuk hati yang paling khusuk. ”Salam sejah tera wahai ibuku, waktu kini telah malam sekarang tibalah saatnya berbuka bagi yang berpuasa serta tiba juga saatnya untuk beribadah kenapa ibu hanya berdiam diri tampa melakukan semua itu seperti biasa?”begitulah cara nabi isa memanggil ibunya
Setelah sekian lama menunggu dan tidak ada reaksi dari sang ibu, nabi isa pun kembali beribadah.”mungkin ibu sedang tidur”kata nabi isa. Setelah beribah dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada ibunya, beliaupun memanggil lagi ibunya dengan suara yang penuh kasih.”Salam sejahtera wahai ibuku, malam makin larut?”
Namun ibunya tidak bereaksi sedikitpun, nabi isa kembali lagi untuk melanjutkan ibadahnya hingga fajar dia mengira sang ibu masih tidur. Kemudian beliau meletakkan pipinya pada pipi dan mulut ibunya, beliaupun memanggil seraya menangis ”salam sejahtera wahai ibuku, waktu malam telah lewat kini waktu fajar menghampiri tiba saatnya untuk sahur dan ibadah sholat kepada Tuhan yang maha pemurah”.
Melihat kejadian itu para Malaikat dan Jin pun menangis, dan Bukit-bukit di sekitarnya bergema. Malihat hal itu Allah lalu menguji para Malaikat ”Mengapa kalian menangis?”tanya Allah
Ya Allah sungguh engkau maha mengetahui”jawab para Malaikat. Kemudian Allah berfirman ” sungguh aku maha mengetahu lagi maha penyayang”
Tiba-tiba ada suara, ”Isa angkatlah kepalamu. Ibumu sekarang telah wafat dan Allah memberimu pahala yang besar”. Nabi Isa pun mengangkat kepalanya sambil menangis terisak-isak. ”Siapakah yang akan menyertaiku pada saat sunyi dan sendirian? Siapakah yang akan menghiburku di perantauan ini? Siapa pula yang membantuku dalam beribadah?”kata isa ketika itu
Kemudian Allah menyampaikan wahyu kepada bukit untuk menasihatinya,”Isa apa yang kamu risaukan? Tidak inginkah kamu jika Allah yang menjadi penghiburmu?”kemudian beliaupun turun dari bukit menuju perkampungan bani israil, sesudah menyampaikan salam beliau menjumpai mereka.
”Siapa kamu ini? Wajahmu begitu bersinar hingga menerangi Rumah-rumah kami? Tanya bani Israil kepada nabi isa as.
”Aku adalah Ruh Allah. Aku ini nabi isa as, ibuku telah wafat dalam perantaun, sudikah kalian membantuku mengurusi jenazahnya?kata nabi isa
Ma’af ya Ruh Allah. Bukit itu banyak sekali di huni oleh Ular besar dan binatang yang buas, selama 300 tahun leluhur kami tidak berani menjamahnya,kata mereka. Miskipun dengan kecewa beliau kembali menaiki bukit itu, pada saat itulah beliau bertemu dengan dua orang pemuda yang baik beliau mengucapkan salam kepada pemuda itu. “Hai pemuda, ibuku telah wafat di perantauan aku mohon agar kalian dapat membantuku untuk mengurusi jenazahnya” pinta nabi isa
“Kenalkan aku ini adalah Malaikat Jibril dan yang ini Malaikat Mikail, ini obat tubuh dan kain kafan dari Tuhanmu. Ketahuilah pada saat ini bidadari dari surga sedang memandikan dan membungkus jenazah ibumu pakai kain kafan ini” lalu jibril yang menggalikan kubur ibunya. Setelah mensholati jenazah ibunya lalau merekapun menguburkannya. Kemudian nabi isa berkata “Ya..Allah, hanya engkaulah yang melihat posisiku dan mendengar keluhku. Tiada sedikitpun urusanku yang tersembunyi dari Mu. Ibuku telah wafat dan aku tidak menyaksikan wafatnya. Untuk itu izinkanlah dia untuk berbicara padaku.
Setelah itu datanglah wahyu yang mengizinkan dia berbicara dengan ibunya. Beliau berdiri di makam ibunya seraya berbicara dengan perihatin, “Salam sejah tera wahai ibuku? Sapa nabi isa. Lalu terdengarlah suara dari dalam kubur, “Kekasihku ….duhai buah hatiku…!
“Bunda apa yang bunda peroleh di tempat pembaringan dan tempat kembali ini? Bagaimana pula bunda menghadap Tuhan?” Tanya nabi isa. Aku memperoleh tempat pembarigan dan kembali yang baik aku mendapat Ridha Allah dalam menghadap-Nya.(Syaiful bahri, ada surga di telapak kaki ibu)
Wahai saudaraku hamba Allah, cuba kita renungkan sekali lagi dan ulangi dialok antara ibu nabi isa dengan Malaikat maut,dan ketika nabi isa memanggil ibunya dengan penuh hormat dan taat. Apakah diri kita sudah pernah memanggil ibu dan ayah kita seperti itu? Pertanyan itu hanya kita peribadilah yang dapat menjawabnya, sekarang dengan airmata yang mengalir dipipi kita serulah orang tua kita dengan kasih sayang niscaya Allah akan menyayangi kita
Wahai saudaraku, sungguh kisah diatas dapat membuka kembali hati nurani kita, untuk bersiap menghadapi maut dan berbuat baik kepada orang tua kita karna barang siapa yang berbuat baik kepada mahluk di bumi, maka mahluk di lagit akan berbuat baik kepadanya. Baca dan ulangilah untuk menghayati kisah diatas agar hati kita menjadi lembut seperti nabi isa, penuh perasaan kasih dan sayang karena Allah, Amin.
Oleh: Sarwan kelana al_alaiyi
Mahasiswa UIN, Fakultas Ushuluddin
Jumat, 01 Januari 2010
Berita Gagasan
SEMA – FU ADAKAN KKN SEHARI
Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (SEMA-FU) Universitas islam negeri (UIN ) Suska,Riau, Sabtu (21/11) berkunjung sekaligus melakukan orientasi kegiatan ke desa Bulih Nipis, Kec. Siak Hulu, Kab. Kampar dengan menggunakan dua bus. Kunjungan ini bertemakan “ Mengabdi untuk Negeri “
Dari Sema-Fu hadir sebagian pengurus inti yang mewakili mahasiswa ushuluddin, yaitu Ketua Sema; Eddi Welly, Wakl, Hasanal bulkiah, Sekretaris; Afdal h, bendahara Nelli h,Muklas Ap, mentri agama : Zulkarnain, mentri olahraga; sarwan, Co.keputrian Eni satria dan Uswatun hasanah Co. Sosialisasi.
Kunjungan sema-Fu ini disambut baik oleh kepala desa beserta seluruh masyarakat setempat. Kepala desa berharap acara sosialisasi ini dapat berlangsung demi terjalinnya slaturrahmi dan kekeluargaan.
“Dalam kegiatan ini kita tidak mel;ibatkan semua mahasiswa, tapi dibatasi 40 orang diantaranya ketua HMJ AF,Hamdan,Ketua HMJ PAG M,Hafiz dan ketua TH saya sendiri Abdulmalik A.selaku ketua panitia inilah sebagian yang mewakili mahasiswa ushuluddin,ungkapnya kepada Gagasan
Ketua Sema-Fu, Edi Welli mengatakan kunjungan dan orientasi ini dimaksudkan sebagai sarana silaturrahmi kepada masyarakat sekaligus pelatihan terhadap mahasiswa fakultas Ushuluddin untuk bermasyarakat ”dikarenakan masa jabatan Sema yang tinggal beberapa bulan lagi, maka ini adalah salah satu program kami membentuk kekeluargaan terhadap sesama” Ungkap nya.
Dalam kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga malam ini, secara berganntian para pengurus sema membeberkan tugas dan fungsi masing-masing bidang. Ada beberapa rangkaian acara yaitu seminar, gotong royong, lomba buisi,dll. Acara kunjungan hari itu ditutup dengan ceramah agama dan penyerahan Cendera mata kepada kepala Desa Buluh Nipis kec Siak hulu Kab kampar. (Sarwan.Com)
Mendengarkan:mahasiswa asik mendengarkan seminar yang disampaikan oleh bapak Haris riadi Mag Sabtu(21/11)lalu.
Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (SEMA-FU) Universitas islam negeri (UIN ) Suska,Riau, Sabtu (21/11) berkunjung sekaligus melakukan orientasi kegiatan ke desa Bulih Nipis, Kec. Siak Hulu, Kab. Kampar dengan menggunakan dua bus. Kunjungan ini bertemakan “ Mengabdi untuk Negeri “
Dari Sema-Fu hadir sebagian pengurus inti yang mewakili mahasiswa ushuluddin, yaitu Ketua Sema; Eddi Welly, Wakl, Hasanal bulkiah, Sekretaris; Afdal h, bendahara Nelli h,Muklas Ap, mentri agama : Zulkarnain, mentri olahraga; sarwan, Co.keputrian Eni satria dan Uswatun hasanah Co. Sosialisasi.
Kunjungan sema-Fu ini disambut baik oleh kepala desa beserta seluruh masyarakat setempat. Kepala desa berharap acara sosialisasi ini dapat berlangsung demi terjalinnya slaturrahmi dan kekeluargaan.
“Dalam kegiatan ini kita tidak mel;ibatkan semua mahasiswa, tapi dibatasi 40 orang diantaranya ketua HMJ AF,Hamdan,Ketua HMJ PAG M,Hafiz dan ketua TH saya sendiri Abdulmalik A.selaku ketua panitia inilah sebagian yang mewakili mahasiswa ushuluddin,ungkapnya kepada Gagasan
Ketua Sema-Fu, Edi Welli mengatakan kunjungan dan orientasi ini dimaksudkan sebagai sarana silaturrahmi kepada masyarakat sekaligus pelatihan terhadap mahasiswa fakultas Ushuluddin untuk bermasyarakat ”dikarenakan masa jabatan Sema yang tinggal beberapa bulan lagi, maka ini adalah salah satu program kami membentuk kekeluargaan terhadap sesama” Ungkap nya.
Dalam kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga malam ini, secara berganntian para pengurus sema membeberkan tugas dan fungsi masing-masing bidang. Ada beberapa rangkaian acara yaitu seminar, gotong royong, lomba buisi,dll. Acara kunjungan hari itu ditutup dengan ceramah agama dan penyerahan Cendera mata kepada kepala Desa Buluh Nipis kec Siak hulu Kab kampar. (Sarwan.Com)
Mendengarkan:mahasiswa asik mendengarkan seminar yang disampaikan oleh bapak Haris riadi Mag Sabtu(21/11)lalu.
X.Puisi
(X-PUISI)
SURAT BUAT SAHABAT
Sahabat Maafkan Aku
Sahabat Aku tahu diri ini bersalah padamu
Di saat kau terluka
Aku lempar kau di sudut sana
Aku pergi meninggalkanmu
Sahabat maafkan Aku
Sekarang Aku sudah punya sahabat yang baru
Kulihat kau masih di sudut itu
Aku bahagia bersama sahabat baruku
Tapi…
Ia mengecewakanku
Sahabat maafkan Aku
Aku tahu diri ini bersalah padamu
Aku malu menghampirimu
Tapi engkaulah satu-satu sahabatku
Sahabat maafkan Aku
Sahabat kembalilah padaku.
Pekanbaru juli-2009
Karya: Sarwan Kelana
Mahasiswa UIN Suska Riau
KETIKA KU BERTANYA
Oh Tuhan
Engkau Maha kuasa
Atas Bumi,Langit dan isinya
Yang terjadi kehendakMu juga
Takkan mungkin Aku dapat menghindarinya
Semuanya kini telah terjadi
Tapi Aku harus tabah menghadapi
Aku juga harus tabah menjalani
Sungguh ini pun TakdirMu jua
Di saat Aku lahir ke BumiMu
Aku bertanya kepada Ibu
Bu,dimanakah Ayah?
Biar Ayahku pergi,entah kemana
Semua telah kuterima
Dengan lapang dada
Ketika ku bertanya
Oleh: Sarwan Kelana
Mahasiswa UIN Suska Riau
PEMUDA ITU KALIAN
Kirimkan Aku
Sepuluh pemuda
Akan kuguncang
Dunia
Kalian pemuda
Kalian harus sholeh
Jangan tinggalkan sifat hasanah
Biar taufik yang kalian dapatkan
Maka ilham menyertai
Kalian pemuda
Irsyad
Tegakkan tiang
kokohkan
bangkitlah
dengan
keiklasan
kalian pemuda
jangan takutkan
gerimis yang datang
terus tegakkan
tiang,merah
di tanah lapang
walau kalian masih
dalam perkelanaan
pekanbaru agustus-2009
karya:sarwan kelana
mahasiswa UIN Suska
TERIAKAN PEMUDA
Saat langit berwarna merah saga
Dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru
Terbang bersama teriakan
Takbir
Allahu Akbar
Teriakan karisma itu
Memanggil para pemuda
Antum adalah Rijal
Antum adalah Pejuang
Antum adalah Mujahid
Singkirkan keburukan
Tegakkan ke adilan
Lakukan dengan keiklasan
Karya:sarwan kelana Mahasiswa UIN
PUTRI
Senyummu indah putri
Tak pernah lekang di makan
Waktu
Wajahmu mencerminkan
Kepolosan
Yang selalu di main-maikan
Waktu
Bayangan dirimu
Selalu membayangi
Mata hatiku
Aku yang selalu melihatmu
Dan kau ada di bola
Mataku
Kau adalah tuan putriku
Seperti cahaya dalam
Kegelapan
Putri jangan tinggalkan
Aku …
Karya: sarwan kelana
Anggota tabloid Gagasan UIN
KPK vs POLRI
Aku letih har ini
Perjalananku semakn jauh
Ah…….
Masih jauh
Rasanya aku belum
Sampai ke tempat tujuanku
Ku lewati sungai-sungai itu
Ah ………..
Kau rupanya Buaya,,,,,,?
Tolong jangan ganggu Aku
Buaya .
Biar aku sampai ke tempat tujuanku
Masih banyak yang akan
Aku kerjakan
Rumah-rumah itu
Membutuhkan kehadiranku
Nyamuk-nyamuk itu
Belum habis ku berantaskan
Buaya,,,
Mereka kenyang dengan darah
Bantu aku buaya,,?
Untuk memberantaskan
Nyamuk-nyamuk nakal itu
Jangan kau musuhi aku
Buaya……….
Karya: sarwan kelana al-alayi
Anggota tabloid Gagasan UIN
Saat Aku Terjatuh
Saat aku terjatuh,
Terluka…pedih…sakit…
Dan aku menangisinya….
Saat itu,
Engkau senantiasa ada,
Menghulur tangan kepadaku,
Untuk aku bangkit kembali….
Memberi aku pengertian,
Jatuh itu perlu…
Agar aku tahu,
Bagaimana untuk bangun kembali….
Terluka itu tak mengapa…
Agar aku tahu,
Sakitnya bila terluka,
Agar aku berhati-hati kemudiannya…
kata Engkau lagi,
Menangis juga perlu,
Agar aku tahu menghargai,
Detik jatuh dan bangun…
Saat aku kesedihan,
Engkaulah yang menghiburku..
Mengusir duka yang bertandang…
Menbuat aku tertawa kembali…
Saat aku kesakitan,
Engkau jualah penawarnya,
Memberi dan mencari,
Penawar kesakitan yang menguji…
Saat tiada yang mempercayai,
Saat yang ada hanya yang meragui,
Engkaulah “satu-satunya”,
Yang memberi sepenuh kepercayaan,
Tanpa ada secebis ragu dihati…
Saat tiada yang menghargai,
Hanya engkaulah yang senyum padaku,
Tanda huluran penghargaan,
Walau sekecil apa yang kuraih…
Saat tiada yang memperduli,
Aku hanya nampak engkau,
Dimana-mana saja….
Dan aku tak pernah merasa,
Diri ini keseorangan…
Cukuplah aku katakan,
Saat aku ingin pejamkan mata,
Untuk mengakhiri hari yang berlalu,
Aku nampak engkau,
Sedang tersenyum padaku…
Saat aku membuka mata,
Untuk memulaikan hari-hariku,
Aku juga nampak Engkau…..
Memberi keyakinan kepadaku,
Hari ini adalah lebih baik dari semalam…
Saat ini,
Aku hanya nampak Engkau,
Senyum, kasih, sayang dan pengorbanan…
Yang tak mampu,
Untukku titip segalanya disini….
Saat Aku terjatuh….
Engkau selalu di sampingku,
Ibu …..
By: Sarwan kelana Al-alayi
Wartawan Gagasan UIN Suska.
Email:budaya_ripos@yahoo.com
Jalan yang sukar ini
Jalan yang sukar ini,
Bukan kita penentunya…
Kita hanya musafir,
Menumpang,
Melalui jalan-jalan tersedia ini…
Andai perjalanan tak mampu kita sudahi,
Terimalah…
Setakat ini saja,
Perjalanan masih panjang,
Bagi seorang musafir
Mencari apa yang di inginkan,
Hari terus berjalan,
Tahun makin berlalu..
Bagi seorang musafir,
Usia makin bertambah,
Umur makin berkurang,
Jalan yang sukar ini…
Harus di tempuhi,
Bagi seorang musafir
By:Sarwan
Sajak.
Sholat
Duapuluh Empat jam
Satu hari,Satu malam
Isya’…
Duapuluh dua Takbir,
Empat Rukuk,
Delapan Sujud,
Dua Tahyat,
Satu Salam
Subuh…
Sebelas Takbir,
Dua Rukuk,
Empat Sujud,
Satu Tahyat,
Satu Salam
Dzuhur …
Duapuluh dua Takbir,
Empat Rukuk,
Delapan Sujud,
Dua Tahyat,
Satu Salam
Asyar …
Duapuluh dua Takbir,
Empat Rukuk,
Delapan Sujud,
Dua Tahyat,
Satu Salam
Magrib…
Tujuh belas Takbir,
Tiga Rukuk,
Enam Sujud,
Dua Tahyat,
Satu Salam
Duapuluh Empat jam
Sehari semalam
Sembilanpuluh Empat Takbir,
Tujuh belas Rukuk,
Tigapuluh Empat Sujud,
Sembilan Tahyat,
Lima Salam
17 rakaat sehari,semalam
Aku menumuiMU
Pekanbaru 28-12-2009
23:00 wib
Karya: Sarwan kelana al-alayi. Mahasiswa UIN,Suska Fakultas Ushuluddin
Bergiat di Tabloid Gagasan UIN,dan Forum Lingkar Pena (FLP) Pekanbaru
Puisi
Al-Qur’an
Tigapuluh Juz
Seratus Empatbelas surat
Enam ribu Duaratus Tigapuluh Enam ayat
Tersusun dalam,Satu ucapan
Al –Qur’an
Karya: Sarwan kelana al-alayi. Mahasiswa UIN,Suska Fakultas Ushuluddin
SURAT BUAT SAHABAT
Sahabat Maafkan Aku
Sahabat Aku tahu diri ini bersalah padamu
Di saat kau terluka
Aku lempar kau di sudut sana
Aku pergi meninggalkanmu
Sahabat maafkan Aku
Sekarang Aku sudah punya sahabat yang baru
Kulihat kau masih di sudut itu
Aku bahagia bersama sahabat baruku
Tapi…
Ia mengecewakanku
Sahabat maafkan Aku
Aku tahu diri ini bersalah padamu
Aku malu menghampirimu
Tapi engkaulah satu-satu sahabatku
Sahabat maafkan Aku
Sahabat kembalilah padaku.
Pekanbaru juli-2009
Karya: Sarwan Kelana
Mahasiswa UIN Suska Riau
KETIKA KU BERTANYA
Oh Tuhan
Engkau Maha kuasa
Atas Bumi,Langit dan isinya
Yang terjadi kehendakMu juga
Takkan mungkin Aku dapat menghindarinya
Semuanya kini telah terjadi
Tapi Aku harus tabah menghadapi
Aku juga harus tabah menjalani
Sungguh ini pun TakdirMu jua
Di saat Aku lahir ke BumiMu
Aku bertanya kepada Ibu
Bu,dimanakah Ayah?
Biar Ayahku pergi,entah kemana
Semua telah kuterima
Dengan lapang dada
Ketika ku bertanya
Oleh: Sarwan Kelana
Mahasiswa UIN Suska Riau
PEMUDA ITU KALIAN
Kirimkan Aku
Sepuluh pemuda
Akan kuguncang
Dunia
Kalian pemuda
Kalian harus sholeh
Jangan tinggalkan sifat hasanah
Biar taufik yang kalian dapatkan
Maka ilham menyertai
Kalian pemuda
Irsyad
Tegakkan tiang
kokohkan
bangkitlah
dengan
keiklasan
kalian pemuda
jangan takutkan
gerimis yang datang
terus tegakkan
tiang,merah
di tanah lapang
walau kalian masih
dalam perkelanaan
pekanbaru agustus-2009
karya:sarwan kelana
mahasiswa UIN Suska
TERIAKAN PEMUDA
Saat langit berwarna merah saga
Dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru
Terbang bersama teriakan
Takbir
Allahu Akbar
Teriakan karisma itu
Memanggil para pemuda
Antum adalah Rijal
Antum adalah Pejuang
Antum adalah Mujahid
Singkirkan keburukan
Tegakkan ke adilan
Lakukan dengan keiklasan
Karya:sarwan kelana Mahasiswa UIN
PUTRI
Senyummu indah putri
Tak pernah lekang di makan
Waktu
Wajahmu mencerminkan
Kepolosan
Yang selalu di main-maikan
Waktu
Bayangan dirimu
Selalu membayangi
Mata hatiku
Aku yang selalu melihatmu
Dan kau ada di bola
Mataku
Kau adalah tuan putriku
Seperti cahaya dalam
Kegelapan
Putri jangan tinggalkan
Aku …
Karya: sarwan kelana
Anggota tabloid Gagasan UIN
KPK vs POLRI
Aku letih har ini
Perjalananku semakn jauh
Ah…….
Masih jauh
Rasanya aku belum
Sampai ke tempat tujuanku
Ku lewati sungai-sungai itu
Ah ………..
Kau rupanya Buaya,,,,,,?
Tolong jangan ganggu Aku
Buaya .
Biar aku sampai ke tempat tujuanku
Masih banyak yang akan
Aku kerjakan
Rumah-rumah itu
Membutuhkan kehadiranku
Nyamuk-nyamuk itu
Belum habis ku berantaskan
Buaya,,,
Mereka kenyang dengan darah
Bantu aku buaya,,?
Untuk memberantaskan
Nyamuk-nyamuk nakal itu
Jangan kau musuhi aku
Buaya……….
Karya: sarwan kelana al-alayi
Anggota tabloid Gagasan UIN
Saat Aku Terjatuh
Saat aku terjatuh,
Terluka…pedih…sakit…
Dan aku menangisinya….
Saat itu,
Engkau senantiasa ada,
Menghulur tangan kepadaku,
Untuk aku bangkit kembali….
Memberi aku pengertian,
Jatuh itu perlu…
Agar aku tahu,
Bagaimana untuk bangun kembali….
Terluka itu tak mengapa…
Agar aku tahu,
Sakitnya bila terluka,
Agar aku berhati-hati kemudiannya…
kata Engkau lagi,
Menangis juga perlu,
Agar aku tahu menghargai,
Detik jatuh dan bangun…
Saat aku kesedihan,
Engkaulah yang menghiburku..
Mengusir duka yang bertandang…
Menbuat aku tertawa kembali…
Saat aku kesakitan,
Engkau jualah penawarnya,
Memberi dan mencari,
Penawar kesakitan yang menguji…
Saat tiada yang mempercayai,
Saat yang ada hanya yang meragui,
Engkaulah “satu-satunya”,
Yang memberi sepenuh kepercayaan,
Tanpa ada secebis ragu dihati…
Saat tiada yang menghargai,
Hanya engkaulah yang senyum padaku,
Tanda huluran penghargaan,
Walau sekecil apa yang kuraih…
Saat tiada yang memperduli,
Aku hanya nampak engkau,
Dimana-mana saja….
Dan aku tak pernah merasa,
Diri ini keseorangan…
Cukuplah aku katakan,
Saat aku ingin pejamkan mata,
Untuk mengakhiri hari yang berlalu,
Aku nampak engkau,
Sedang tersenyum padaku…
Saat aku membuka mata,
Untuk memulaikan hari-hariku,
Aku juga nampak Engkau…..
Memberi keyakinan kepadaku,
Hari ini adalah lebih baik dari semalam…
Saat ini,
Aku hanya nampak Engkau,
Senyum, kasih, sayang dan pengorbanan…
Yang tak mampu,
Untukku titip segalanya disini….
Saat Aku terjatuh….
Engkau selalu di sampingku,
Ibu …..
By: Sarwan kelana Al-alayi
Wartawan Gagasan UIN Suska.
Email:budaya_ripos@yahoo.com
Jalan yang sukar ini
Jalan yang sukar ini,
Bukan kita penentunya…
Kita hanya musafir,
Menumpang,
Melalui jalan-jalan tersedia ini…
Andai perjalanan tak mampu kita sudahi,
Terimalah…
Setakat ini saja,
Perjalanan masih panjang,
Bagi seorang musafir
Mencari apa yang di inginkan,
Hari terus berjalan,
Tahun makin berlalu..
Bagi seorang musafir,
Usia makin bertambah,
Umur makin berkurang,
Jalan yang sukar ini…
Harus di tempuhi,
Bagi seorang musafir
By:Sarwan
Sajak.
Sholat
Duapuluh Empat jam
Satu hari,Satu malam
Isya’…
Duapuluh dua Takbir,
Empat Rukuk,
Delapan Sujud,
Dua Tahyat,
Satu Salam
Subuh…
Sebelas Takbir,
Dua Rukuk,
Empat Sujud,
Satu Tahyat,
Satu Salam
Dzuhur …
Duapuluh dua Takbir,
Empat Rukuk,
Delapan Sujud,
Dua Tahyat,
Satu Salam
Asyar …
Duapuluh dua Takbir,
Empat Rukuk,
Delapan Sujud,
Dua Tahyat,
Satu Salam
Magrib…
Tujuh belas Takbir,
Tiga Rukuk,
Enam Sujud,
Dua Tahyat,
Satu Salam
Duapuluh Empat jam
Sehari semalam
Sembilanpuluh Empat Takbir,
Tujuh belas Rukuk,
Tigapuluh Empat Sujud,
Sembilan Tahyat,
Lima Salam
17 rakaat sehari,semalam
Aku menumuiMU
Pekanbaru 28-12-2009
23:00 wib
Karya: Sarwan kelana al-alayi. Mahasiswa UIN,Suska Fakultas Ushuluddin
Bergiat di Tabloid Gagasan UIN,dan Forum Lingkar Pena (FLP) Pekanbaru
Puisi
Al-Qur’an
Tigapuluh Juz
Seratus Empatbelas surat
Enam ribu Duaratus Tigapuluh Enam ayat
Tersusun dalam,Satu ucapan
Al –Qur’an
Karya: Sarwan kelana al-alayi. Mahasiswa UIN,Suska Fakultas Ushuluddin
Opini
TASBIHNYA ALAM
Oleh: Sarwan Kelana
“ Dan jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri ini beriman dan bertakwa pastilah akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi tetapi kebanyakan mereka mendustakan, maka kami siksa mereka di sebabkan perbuatan mereka sendiri (Q.S Al-Akrof:96)
Hanya tinggal hitungan hari lagi maka genaplah, satu bulan cobaan Allah kepada saudara kita yang berada di sumatra barat tanggal 30 September yang lalu Gempa yang berkekuatan 7,6 skala Richer (SR). Gempa itu banyak menelan korban nyawa, belum lagi ada yang menderita, baik itu stress dan luka-luka. Sudah sering Allah menegur para hambanya tapi sayang hanya sedikit dari hambanya yang mengetahui dengan teguran itu.
Andaikan para hamba-hambaku beriman, dan meninggalkan segala yang di larang, seperti sirik dan berbuat kerusakan di muka bumi ini, maka pasti akan Allahbukakan untuk hambanya bermacam-macam berkah dari langit maupun dari bumi. Yang belum kita ketahui sebelumnya. Sehingga kita akan memperoleh pintu-pintu kenikmatan dan keberkahan, selain dari yang telah kita dapatkan.
Sedangkan menurut ahli geologi, gempa bumi adalah pergeseran yang terjadi pada kulit bumi karena adanya gejolak di perut bumi, batu-batu vulkanik naik ke permukaan, sehingga menyebabkan getaran yang amat dahsyat. Pada saat perut bumi keberbagai arah sehingga perutbumi amat panas. Hal ini bukan berarti mereka mengetahui masalah-masalah yang gaib, tetapi mereka hanya memperkirakan sesui dengan perputaran bumi.
Sedangkan gempa bumi adalah fenomena alam yang tidak dapat kita perkirakan kapan tejaditerjadinya, karena ia keluar dair ketepatan peraturan semula. Sebagai mana Al-Qur’an mengisahkan kepada kita “ dan telah kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu tidak goncang bersemu maka datalah kami jadikan di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk” (Q.S An-Ambiya’: 31)
Allah swt tidak pernah melarang kepada para hambanya untuk berbuat hal-hal yang baik, tetapi Allah sangat benci kepada hamba-hamba yang sirik dan melakukan maksiat di bumi ini. Mari kita koreksi diri kita masing-masing apakah kita lebih banyak berbuat kebaikan atau malah kejahata.? Ternyata tampa kita sadari kita banyak melakukan kemaksiatan, kadang kita sadari, apa yang telah kita lakukan. Contohnya yang paling kita rasakan, ketika kita terdengat panggilan Azan, kita sibuk dengan perbuatan yang kita kerjakan, pengusahan sibuk dengan usahanya, PNS sibuk dengan kantornya, ibu rumahtangga sibuk dengan aktifitas pelajar sibuk dengan pelajarannya, hanya sebagai orang yang datang memenuhi seruan itu. Orang lebih banyak memilih kebahagian di dunia daipada kebahagiaan akhirat, makanya Allah mengambil kebahagian dunia itu dengan gempa yang hanya beberapa jam saja, sudah menghancurkan 1,170 bangunan di kota itu.
Adapun fenomena-fenomena di atas merupakan contoh dari kemahakuasaan Allah. Diantaranya manusia ada yang mempercaya dan ada pula yang tidak. Tetapi, yang mempercayanya ada dua macam.
Pertama, ada yang mempercayainnya menurut ilmu pengetahuan. Ia percaya bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan ia mengetahuinya dari firman-firman Allah, misalnya.
“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS. Ath Thalaq:12)
Dan Allah berfirman :
“Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS. Ar Ruum: 50)
Dan firman Allah
“Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhan Mahakuasa” (QS. Al Furqaan: 54)
Dan beberapa firman Allah lainnya, akan tetapi kepercayaan tentang kemahakuasaan Allah hanya didasari pengetahuan dan kejadian-kejadian yang terjadi di hadapanya.
Kedua, ada pula yang percaya kepada kemahakuasaan Allah secara iman. Orang macam ini, pada mula kepercayaannya didasari pengetahuan, kemudian terus berkembang hingga menjadi kepercayaan secara iman. Kepercayaan secara iman dapat menghalangi manusia dari kegoncangan jiwa ketika terjadi gempa bumi. Karena ia yakin bahwa gempa itu terjadi karena kehendak Allah untuk semacam itu, anda saksikan semua gedung hancur, tetapi ada sebuah gedung yang tidak hancur, meskipun gedungnya lebing tinggi dan lebih besar, seperti yang terjadi di kota Mesir beberapa waktu yang lalu. Se telah diperiksa, ternyata para penghuninya adalah orang-orang saleh.
Ketidak tahuan Manusia
Gempa bumi merupakan bahasa yang dapat menerangkan kemahakuasaan dan keluasan ilmu Allah. Seolah-olah bahasa itu mengatakan kepada manusia: “Mereka tidak cukup hanya beriman secara ilmu dan perbuatan, tetapi hendaknya kalian merealisasikan keimanan kalian dalam bentuk perbuatan yang baik dan menjauhiperbuatan yang diajarkan oleh setan, dan dan hendanya kalian tidak berperasangka bahwa kejahatan akan tertutup selamanya. Sebab, engkau tidak tahu kalau Allah akan membongkar setiap kejahatan dalam waktu yang singkat, misalnya dengna terjadinya gempa bumi.
Karena manusia tidak mengetahui kapan terjadinay berbagai gempa bumi, maka sebaiknya mereka selalu memperhatikan besarnya kerajaan Allah yang sewaktu-waktu mampu mendapatkan berbgai bencana, termasuk gempa bumi. Sedangkan bintang dapat mengetahui tanda-tandanya, sehingga mereka berpindah dari temaptnya ke tempat lain, agar terhindar dari bencana yang akan datang. Kata seseorang “Bukan hak itu t ermasuk suatu keaneha?”
Sebenarnya, hal itu tidak termasuk keaneham, karena terjainya, tergantung kepada kehendak Allah.
Kalau kita perhatikan baik-baik bahwa binatang lebih dulu mengetahui akan terjainya malapetaka, misalnya gempa bumi, maka dapat Anda mengerti betapa lemah dan bodohnya manusia, sehingga ia tidka tahu kapan terjadinya malapetaka yang akan membinasakan dirinya. Adapun penyebab utamanya adalah banyaknya dosa-doasa yang dilakukan manusia dan mereka tidak segera bertaubat, sehingga setan tambah meninabobokkan mereka, sampai malapetaka dan siksa Allah tiba, sedangkan manusia belum siap untuk menghadapi.
Wahai saudaraku khususnya Riau, siapkah kita untuk menghadapi kedatangan gempa itu? Pertanyaan ini dapat kita jawab dari sudut padang manapun yang kita mau.
Bisa dari sudut kekayaan, harta benda materi dan keduniaan. Dari sudut popularitas jabatan, kehirmatan, penghargaan dan kemuliaan, dari sisi aktualitas diri, prestasi dan karya cipta. Atau dari sudut manapun yang kita maui.
Tanyakan lagi tentang kejadian yang menimpa saudara kita di sumatrabarat, jika kita beroriantasi pada kekayaan, dan harta bendanya maka semua itu akan binasa, tanyakan apa dampak semua itu pada pase kehidupan setelah mati? Jadi bersiaplah kita semuanya sebelum terlambat, banyaklah mengingat Allah, jauhi yang dilarang Allah, dan kerjakanlah yang di suruh, sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah, hanya dengan inilah kita dapat menerima dengan sabar kalu alam bertasbih lagi.
Gempa bumi mempunyai hubungan yang kuat dengan goncangan jiwa. Keduaya mempunyai kesamaan, yaitu kegoncangan dan getaran, Al-Qur’an pernah menggambarkan tentang kegoncangan jiwa, seperti dalam tersebut dalam firman Allah berikut
“Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat. (QS. Al-Ahzab:11)
Hari ini, ketika kita membaca uraian ini, kumpulan bari, bulan dan tahun berputar terus tampak pernah kembali lagi, setiap hari umur bertambah, usia berkurang, hal itu berarti kematian makin dekat. Jika ada pilihan lain, kecuali kita harus memilih jalan hidup yang benar.
Sarwan,Mahasiswa UIN Suska Riau
Fakultas Ushuluddin,Jurusan Tafsir
OPINI
PARADIKMA BARU MEMILIH PERGURUAN TINGGI
OLEH : SARWAN KELANA
Dalam bidang pendidikan kita mengenal ada namanya Perguruan Tinggi/Universitas,ini secara garis besar sedangkan nama-namanya cukup banyak.siapa yang sudah masuk kedalam pergururan tinggi maka ia di sebut sebagai seorang Mahasiswa/i.karna seseorang yang telah memegang gelar Mahasiswa/I ini memiliki peran penting bagi Masyarakat,bahkan pemerintah lebih takut kepada para Mahasiswa daripa aparat keamanan.di karnakan Mahasisa memiliki jiwa dan sikap yang semangat dan Kritis terhadap hal-hal yang menyimpang yang dilakukan oleh Pemerintah.
Sekarang kita di sibukkan dengan Tahun ajaran baru,sebelumnya banyak siswa dan siswi yang sudah melihat hasil kelulusan nya masing –masing,lalu mereka ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.sampai saat ini mereka masih sibuk mengurus syarat-syarat bagaimana mereka dapat masuk kedalam perguruan tinggi tersebut.banyaknya perguruan tinggi di dunia ini yang menawarkan dirinya kepada siswa/i yang baru. baik lewat media cetak maupun lewat media elekteronik. di mana mana semuanya sibuk ingin masuk ke perguruan tinggi oleh karma itu kita harus tau memilih perguruan tinggi yang benar-benar memiliki peran penting bagi masyarakat,karma hidup yang paling mulia adalah membuat orang lain menjadi tenang, damai dan bahagia.
Dengan masuknya seseorang keperguruan tinggi,maka akandi ketahui kekuatan Interaksi hubungan antara seorang Dosen dengan Mahasisawa/i dalam pengembangan peroses belajar,karna hubungan Intraksi antara Dosen dengan Mahasiswa memeiliki kekuatan yang tersembunyi,yang harus dimaknai sendiri sebagai peroses Sosiologis yang memuat peristiwa Interaksi hubungan,interaksi untuk membangun peroses penyesuayan Akademis dan interaksi pendidikan yang Optimal.
Pada zaman dahulu pendidikan di perguruan tinggi hannya bersipat Minoritas,sehingga jika seseorang yang sudah keluar/tamat dari perguruan tinggi tersebut memang memiliki Kereatifitas dan Intensitas. Tetapi dengan banyaknya Demokratisasi pendidikan di perguruan tinggi menjadi Massal,oleh karna itu dalam memilih perguruan tinggi harus terlebih dahulu mengetahui latar belakang perguruan tinggi tersebut agar kita benar-benar mendapat pendidikan yang baik di dalamnya
Perguruan Tinggi yang sudah Manyoritas sangat menyukarkan perguruan tinggi yang Minoritas sudah tidak sama seperti masa lampau lagi karna dalam peroses belajar dan mengajar banyak yang sudah menggunakan alat Teknologi,satu sisi alat ini dapat mengarah kan ke hal yang Positif dan di sisi yang lain alat ini juga dapat mengarah kepada hal yang Negative. Siapa saja boleh menggunakan alat ini karna alat ini sangt membantu dalam melakukan sesuatu.
Sekarang ini perguruan tinggi memiliki peran penting bagi Negara dan bangsa. tapi sayang di sebagian perguruan tinggi di perkotaan,Dosen dan Mahasiswa lebih condong kepada kepentingan akademis. Kehadiran dosen bukan lagi sebagai Figure,Educator.karna banyak dosen-dosen yang mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan syariat oleh karna itu sebelum masuk kedalam perguruan tinggi ada beberapa unsure yang harus kita perhatikan diataranya:
Mengetahui peranan perguruan tinggi tersebut
Sebagai seorang mahasiswa yang memiliki Ideology kita harus mengetahui tentang perguruan tinggi yang kita ingin berkecimpung didalamnya,karna sudah banyak perguruan tinggi yang ada di dunia ini yang pola pikirnya dulu baik tapi sekarang bertentangan dengan agama Islam. diantaranya ada perguruan tinggi yang pola pikirnya mengarah kepada Liberalisme,karna pola pikir liberal ini terus mengalir ke seluruh perguruan tinggi di dunia oleh karna itu siapkan diri kita untuk menghadapi pola pikir itu,dan kita pilih perguruan tinggi yang benar layak buat kita.
Melihat Dosen
Semua perguruan tinggi pasti banyak memiliki dosen,tapi sebagai Mahasiswa kita harus jeli untuk mengetahui mana dosen yang membawa kepada kebenaran dan mana dosen yang membawa kepada penyimpangan,karna diantara ratusan dosen pasti memiliki pemahaman yang berbeda satu sama lain(rambut boleh sama-sama hitam tapi pemikiran berbeda) sehingga kita kenal dengan pemikiran Liberalisme. hal seperti ini wajib untuk di ketahui oleh Mahasiswa apalagi sekarang ini sudah marak dan berkembangnya jaringan islam liberal di seluruh dunia. waspadalah-waspadalah terhadap hal-hal yang menyimpang.
Mengetahui dasar ilmu yang di tuntut
Untuk masuk kedalam Perguruan Tinggi ini kita harus mengetahui Ilmu apa yang ingin kita tuntut di perguruan tinggi tersebut karna banyak ilmu yang berkembang menggunakan Rasio. Sebangai seorang Muslim kita harus lebih mengetahui hal itu,jangan sampai kita terjebak kedalam ilmu yang salah/menyimpang. Karna menjadi Mahasiswa yang Sukses adalah mereka yang berhasil melakukan Sosialisasi dalam kehidupan yang terus menerus dengan semua nilai kehidupan,baik ia berada di rumah,di perguruan tinggi,di dalam Organisasi dan di Universitas-Universitas lain di mana Mahasiswa itu akan hidup dan menuntut ilmu.
Mahasiswa akan mencari sumber dan nilai-nilai lain(nilai yang sementara dia nggap benar) melaluai peroses Sosialisasi dengan kelompok,atau sahabat sebaya(Peer Group) yang mempunyai peran dalam pembentukan nilai –nilai pada seseorang Individu melalui peroses penyesuayan/Konformitas.
Coba kita bertanya pada diri sendiri,apa yan kita cari dalam Perguruan Tinggi terdebut? Jawablah pertanyaan itu dari sudut pandang manapun yang kita mau. dari sudut Popularitas,Jabatan dalam Organisasi,Kehormatan karna sudah di sebut sebagai seorang Mahasiswa,Penghargaan atau kemulian. dari sisi Aktualitas diri,Perstasi dan Karya Cipta,atau dari sudut manapun yang lain yang kita mau.
Bagai mana Paradigma kita untuk memilih perguruan tinggi ? petanyaan ini hanya diri, dan hati kita sendiri yang bisa menjawab,karna kalu benar kita ingin menuntut ilmu maka tidak ada yang dapat menghalang keinginan kita ,tapi kita harus tau mana perguruan tinggi yang layak untuk kita.
Tanyakan satu kali lagi pada diri kita sanggupkah kita menjadi mahasiswa yang kritis, dalam perguruan tinggi?. Sanggupkah kita konsisten dalm memengang teguh Syariat Robbani? Kalu semua ini dapat kita pertahankan dengan iman dan Keta’waan maka kita tidak salah untuk memili perguruan tinggi manapun yang kita mau,agar kita dapat menjadikan Perguruan Tinggi kita sebangai Kampus yang Madani. Hidup Mahasiswa…….Hidup Mahasiswa……
Penulis adalah Kritik dan saran silakan menghubungi
Mahasiswa UIN Suska Riau Penulis Cp: 081275403170
Fakultas Ushuluddin
Aktif di Pers Kampus
Oleh: Sarwan Kelana
“ Dan jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri ini beriman dan bertakwa pastilah akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi tetapi kebanyakan mereka mendustakan, maka kami siksa mereka di sebabkan perbuatan mereka sendiri (Q.S Al-Akrof:96)
Hanya tinggal hitungan hari lagi maka genaplah, satu bulan cobaan Allah kepada saudara kita yang berada di sumatra barat tanggal 30 September yang lalu Gempa yang berkekuatan 7,6 skala Richer (SR). Gempa itu banyak menelan korban nyawa, belum lagi ada yang menderita, baik itu stress dan luka-luka. Sudah sering Allah menegur para hambanya tapi sayang hanya sedikit dari hambanya yang mengetahui dengan teguran itu.
Andaikan para hamba-hambaku beriman, dan meninggalkan segala yang di larang, seperti sirik dan berbuat kerusakan di muka bumi ini, maka pasti akan Allahbukakan untuk hambanya bermacam-macam berkah dari langit maupun dari bumi. Yang belum kita ketahui sebelumnya. Sehingga kita akan memperoleh pintu-pintu kenikmatan dan keberkahan, selain dari yang telah kita dapatkan.
Sedangkan menurut ahli geologi, gempa bumi adalah pergeseran yang terjadi pada kulit bumi karena adanya gejolak di perut bumi, batu-batu vulkanik naik ke permukaan, sehingga menyebabkan getaran yang amat dahsyat. Pada saat perut bumi keberbagai arah sehingga perutbumi amat panas. Hal ini bukan berarti mereka mengetahui masalah-masalah yang gaib, tetapi mereka hanya memperkirakan sesui dengan perputaran bumi.
Sedangkan gempa bumi adalah fenomena alam yang tidak dapat kita perkirakan kapan tejaditerjadinya, karena ia keluar dair ketepatan peraturan semula. Sebagai mana Al-Qur’an mengisahkan kepada kita “ dan telah kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu tidak goncang bersemu maka datalah kami jadikan di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk” (Q.S An-Ambiya’: 31)
Allah swt tidak pernah melarang kepada para hambanya untuk berbuat hal-hal yang baik, tetapi Allah sangat benci kepada hamba-hamba yang sirik dan melakukan maksiat di bumi ini. Mari kita koreksi diri kita masing-masing apakah kita lebih banyak berbuat kebaikan atau malah kejahata.? Ternyata tampa kita sadari kita banyak melakukan kemaksiatan, kadang kita sadari, apa yang telah kita lakukan. Contohnya yang paling kita rasakan, ketika kita terdengat panggilan Azan, kita sibuk dengan perbuatan yang kita kerjakan, pengusahan sibuk dengan usahanya, PNS sibuk dengan kantornya, ibu rumahtangga sibuk dengan aktifitas pelajar sibuk dengan pelajarannya, hanya sebagai orang yang datang memenuhi seruan itu. Orang lebih banyak memilih kebahagian di dunia daipada kebahagiaan akhirat, makanya Allah mengambil kebahagian dunia itu dengan gempa yang hanya beberapa jam saja, sudah menghancurkan 1,170 bangunan di kota itu.
Adapun fenomena-fenomena di atas merupakan contoh dari kemahakuasaan Allah. Diantaranya manusia ada yang mempercaya dan ada pula yang tidak. Tetapi, yang mempercayanya ada dua macam.
Pertama, ada yang mempercayainnya menurut ilmu pengetahuan. Ia percaya bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan ia mengetahuinya dari firman-firman Allah, misalnya.
“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS. Ath Thalaq:12)
Dan Allah berfirman :
“Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS. Ar Ruum: 50)
Dan firman Allah
“Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhan Mahakuasa” (QS. Al Furqaan: 54)
Dan beberapa firman Allah lainnya, akan tetapi kepercayaan tentang kemahakuasaan Allah hanya didasari pengetahuan dan kejadian-kejadian yang terjadi di hadapanya.
Kedua, ada pula yang percaya kepada kemahakuasaan Allah secara iman. Orang macam ini, pada mula kepercayaannya didasari pengetahuan, kemudian terus berkembang hingga menjadi kepercayaan secara iman. Kepercayaan secara iman dapat menghalangi manusia dari kegoncangan jiwa ketika terjadi gempa bumi. Karena ia yakin bahwa gempa itu terjadi karena kehendak Allah untuk semacam itu, anda saksikan semua gedung hancur, tetapi ada sebuah gedung yang tidak hancur, meskipun gedungnya lebing tinggi dan lebih besar, seperti yang terjadi di kota Mesir beberapa waktu yang lalu. Se telah diperiksa, ternyata para penghuninya adalah orang-orang saleh.
Ketidak tahuan Manusia
Gempa bumi merupakan bahasa yang dapat menerangkan kemahakuasaan dan keluasan ilmu Allah. Seolah-olah bahasa itu mengatakan kepada manusia: “Mereka tidak cukup hanya beriman secara ilmu dan perbuatan, tetapi hendaknya kalian merealisasikan keimanan kalian dalam bentuk perbuatan yang baik dan menjauhiperbuatan yang diajarkan oleh setan, dan dan hendanya kalian tidak berperasangka bahwa kejahatan akan tertutup selamanya. Sebab, engkau tidak tahu kalau Allah akan membongkar setiap kejahatan dalam waktu yang singkat, misalnya dengna terjadinya gempa bumi.
Karena manusia tidak mengetahui kapan terjadinay berbagai gempa bumi, maka sebaiknya mereka selalu memperhatikan besarnya kerajaan Allah yang sewaktu-waktu mampu mendapatkan berbgai bencana, termasuk gempa bumi. Sedangkan bintang dapat mengetahui tanda-tandanya, sehingga mereka berpindah dari temaptnya ke tempat lain, agar terhindar dari bencana yang akan datang. Kata seseorang “Bukan hak itu t ermasuk suatu keaneha?”
Sebenarnya, hal itu tidak termasuk keaneham, karena terjainya, tergantung kepada kehendak Allah.
Kalau kita perhatikan baik-baik bahwa binatang lebih dulu mengetahui akan terjainya malapetaka, misalnya gempa bumi, maka dapat Anda mengerti betapa lemah dan bodohnya manusia, sehingga ia tidka tahu kapan terjadinya malapetaka yang akan membinasakan dirinya. Adapun penyebab utamanya adalah banyaknya dosa-doasa yang dilakukan manusia dan mereka tidak segera bertaubat, sehingga setan tambah meninabobokkan mereka, sampai malapetaka dan siksa Allah tiba, sedangkan manusia belum siap untuk menghadapi.
Wahai saudaraku khususnya Riau, siapkah kita untuk menghadapi kedatangan gempa itu? Pertanyaan ini dapat kita jawab dari sudut padang manapun yang kita mau.
Bisa dari sudut kekayaan, harta benda materi dan keduniaan. Dari sudut popularitas jabatan, kehirmatan, penghargaan dan kemuliaan, dari sisi aktualitas diri, prestasi dan karya cipta. Atau dari sudut manapun yang kita maui.
Tanyakan lagi tentang kejadian yang menimpa saudara kita di sumatrabarat, jika kita beroriantasi pada kekayaan, dan harta bendanya maka semua itu akan binasa, tanyakan apa dampak semua itu pada pase kehidupan setelah mati? Jadi bersiaplah kita semuanya sebelum terlambat, banyaklah mengingat Allah, jauhi yang dilarang Allah, dan kerjakanlah yang di suruh, sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah, hanya dengan inilah kita dapat menerima dengan sabar kalu alam bertasbih lagi.
Gempa bumi mempunyai hubungan yang kuat dengan goncangan jiwa. Keduaya mempunyai kesamaan, yaitu kegoncangan dan getaran, Al-Qur’an pernah menggambarkan tentang kegoncangan jiwa, seperti dalam tersebut dalam firman Allah berikut
“Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat. (QS. Al-Ahzab:11)
Hari ini, ketika kita membaca uraian ini, kumpulan bari, bulan dan tahun berputar terus tampak pernah kembali lagi, setiap hari umur bertambah, usia berkurang, hal itu berarti kematian makin dekat. Jika ada pilihan lain, kecuali kita harus memilih jalan hidup yang benar.
Sarwan,Mahasiswa UIN Suska Riau
Fakultas Ushuluddin,Jurusan Tafsir
OPINI
PARADIKMA BARU MEMILIH PERGURUAN TINGGI
OLEH : SARWAN KELANA
Dalam bidang pendidikan kita mengenal ada namanya Perguruan Tinggi/Universitas,ini secara garis besar sedangkan nama-namanya cukup banyak.siapa yang sudah masuk kedalam pergururan tinggi maka ia di sebut sebagai seorang Mahasiswa/i.karna seseorang yang telah memegang gelar Mahasiswa/I ini memiliki peran penting bagi Masyarakat,bahkan pemerintah lebih takut kepada para Mahasiswa daripa aparat keamanan.di karnakan Mahasisa memiliki jiwa dan sikap yang semangat dan Kritis terhadap hal-hal yang menyimpang yang dilakukan oleh Pemerintah.
Sekarang kita di sibukkan dengan Tahun ajaran baru,sebelumnya banyak siswa dan siswi yang sudah melihat hasil kelulusan nya masing –masing,lalu mereka ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.sampai saat ini mereka masih sibuk mengurus syarat-syarat bagaimana mereka dapat masuk kedalam perguruan tinggi tersebut.banyaknya perguruan tinggi di dunia ini yang menawarkan dirinya kepada siswa/i yang baru. baik lewat media cetak maupun lewat media elekteronik. di mana mana semuanya sibuk ingin masuk ke perguruan tinggi oleh karma itu kita harus tau memilih perguruan tinggi yang benar-benar memiliki peran penting bagi masyarakat,karma hidup yang paling mulia adalah membuat orang lain menjadi tenang, damai dan bahagia.
Dengan masuknya seseorang keperguruan tinggi,maka akandi ketahui kekuatan Interaksi hubungan antara seorang Dosen dengan Mahasisawa/i dalam pengembangan peroses belajar,karna hubungan Intraksi antara Dosen dengan Mahasiswa memeiliki kekuatan yang tersembunyi,yang harus dimaknai sendiri sebagai peroses Sosiologis yang memuat peristiwa Interaksi hubungan,interaksi untuk membangun peroses penyesuayan Akademis dan interaksi pendidikan yang Optimal.
Pada zaman dahulu pendidikan di perguruan tinggi hannya bersipat Minoritas,sehingga jika seseorang yang sudah keluar/tamat dari perguruan tinggi tersebut memang memiliki Kereatifitas dan Intensitas. Tetapi dengan banyaknya Demokratisasi pendidikan di perguruan tinggi menjadi Massal,oleh karna itu dalam memilih perguruan tinggi harus terlebih dahulu mengetahui latar belakang perguruan tinggi tersebut agar kita benar-benar mendapat pendidikan yang baik di dalamnya
Perguruan Tinggi yang sudah Manyoritas sangat menyukarkan perguruan tinggi yang Minoritas sudah tidak sama seperti masa lampau lagi karna dalam peroses belajar dan mengajar banyak yang sudah menggunakan alat Teknologi,satu sisi alat ini dapat mengarah kan ke hal yang Positif dan di sisi yang lain alat ini juga dapat mengarah kepada hal yang Negative. Siapa saja boleh menggunakan alat ini karna alat ini sangt membantu dalam melakukan sesuatu.
Sekarang ini perguruan tinggi memiliki peran penting bagi Negara dan bangsa. tapi sayang di sebagian perguruan tinggi di perkotaan,Dosen dan Mahasiswa lebih condong kepada kepentingan akademis. Kehadiran dosen bukan lagi sebagai Figure,Educator.karna banyak dosen-dosen yang mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan syariat oleh karna itu sebelum masuk kedalam perguruan tinggi ada beberapa unsure yang harus kita perhatikan diataranya:
Mengetahui peranan perguruan tinggi tersebut
Sebagai seorang mahasiswa yang memiliki Ideology kita harus mengetahui tentang perguruan tinggi yang kita ingin berkecimpung didalamnya,karna sudah banyak perguruan tinggi yang ada di dunia ini yang pola pikirnya dulu baik tapi sekarang bertentangan dengan agama Islam. diantaranya ada perguruan tinggi yang pola pikirnya mengarah kepada Liberalisme,karna pola pikir liberal ini terus mengalir ke seluruh perguruan tinggi di dunia oleh karna itu siapkan diri kita untuk menghadapi pola pikir itu,dan kita pilih perguruan tinggi yang benar layak buat kita.
Melihat Dosen
Semua perguruan tinggi pasti banyak memiliki dosen,tapi sebagai Mahasiswa kita harus jeli untuk mengetahui mana dosen yang membawa kepada kebenaran dan mana dosen yang membawa kepada penyimpangan,karna diantara ratusan dosen pasti memiliki pemahaman yang berbeda satu sama lain(rambut boleh sama-sama hitam tapi pemikiran berbeda) sehingga kita kenal dengan pemikiran Liberalisme. hal seperti ini wajib untuk di ketahui oleh Mahasiswa apalagi sekarang ini sudah marak dan berkembangnya jaringan islam liberal di seluruh dunia. waspadalah-waspadalah terhadap hal-hal yang menyimpang.
Mengetahui dasar ilmu yang di tuntut
Untuk masuk kedalam Perguruan Tinggi ini kita harus mengetahui Ilmu apa yang ingin kita tuntut di perguruan tinggi tersebut karna banyak ilmu yang berkembang menggunakan Rasio. Sebangai seorang Muslim kita harus lebih mengetahui hal itu,jangan sampai kita terjebak kedalam ilmu yang salah/menyimpang. Karna menjadi Mahasiswa yang Sukses adalah mereka yang berhasil melakukan Sosialisasi dalam kehidupan yang terus menerus dengan semua nilai kehidupan,baik ia berada di rumah,di perguruan tinggi,di dalam Organisasi dan di Universitas-Universitas lain di mana Mahasiswa itu akan hidup dan menuntut ilmu.
Mahasiswa akan mencari sumber dan nilai-nilai lain(nilai yang sementara dia nggap benar) melaluai peroses Sosialisasi dengan kelompok,atau sahabat sebaya(Peer Group) yang mempunyai peran dalam pembentukan nilai –nilai pada seseorang Individu melalui peroses penyesuayan/Konformitas.
Coba kita bertanya pada diri sendiri,apa yan kita cari dalam Perguruan Tinggi terdebut? Jawablah pertanyaan itu dari sudut pandang manapun yang kita mau. dari sudut Popularitas,Jabatan dalam Organisasi,Kehormatan karna sudah di sebut sebagai seorang Mahasiswa,Penghargaan atau kemulian. dari sisi Aktualitas diri,Perstasi dan Karya Cipta,atau dari sudut manapun yang lain yang kita mau.
Bagai mana Paradigma kita untuk memilih perguruan tinggi ? petanyaan ini hanya diri, dan hati kita sendiri yang bisa menjawab,karna kalu benar kita ingin menuntut ilmu maka tidak ada yang dapat menghalang keinginan kita ,tapi kita harus tau mana perguruan tinggi yang layak untuk kita.
Tanyakan satu kali lagi pada diri kita sanggupkah kita menjadi mahasiswa yang kritis, dalam perguruan tinggi?. Sanggupkah kita konsisten dalm memengang teguh Syariat Robbani? Kalu semua ini dapat kita pertahankan dengan iman dan Keta’waan maka kita tidak salah untuk memili perguruan tinggi manapun yang kita mau,agar kita dapat menjadikan Perguruan Tinggi kita sebangai Kampus yang Madani. Hidup Mahasiswa…….Hidup Mahasiswa……
Penulis adalah Kritik dan saran silakan menghubungi
Mahasiswa UIN Suska Riau Penulis Cp: 081275403170
Fakultas Ushuluddin
Aktif di Pers Kampus
Cerpen
“Dari Tanah Air ke Tanah Suci”
Oleh:Sarwan kelana al-alayi
Siang itu suasana terasa panas, maklum kuarter kami baru beberapa jam tiba di Mekkah al Mukaromah. Ya... Keadaan cuaca di sana sangat berbeda dengan indonesia. Untuk berangkat ketanah suci tahun ini kebetulan kelompok kami yang mendapat undian pertama. Makanya kami lebih dahulu dapat merasakan keadaan di sana.
“Ya saaikh hal tawaddu’ tursiluna ilaa pundukun indunisia ?”1
“na,am tafadhol birukubi hazihi sayyaroh”2
“bikam adif’u ilaa zalika pundukin”3
“ ‘ala hasbiimin alhukumati”4
“kamissaikhu daf’u?”5
“kahomsatun junaihah”6
Begitulah percakapan kami ketika tiba di sana,maklum orang arab di sana tidak mengerti bahasa indonesia. Ya ...terpaksalah kami gunakan bahasa arab yang pernah kami pelajari sewaktu kuliah dulu.
“Al an qodwasoltum ilaa pundukhin indunesia”7 Kata supir travel yang membawa kami siang itu.
Dengan segera kami, turunkan barang-barang yang kami bawa. Ya..... barang-barang ini perlu bagi kami saat kami berada di tanah suci ini. Dengan membawa barang-barang, kami masuk ke penginapan atau asrama haji. Kami disambut oleh orang Indonesia yang menjaga tempat itu, rasanya seperti di kampung. Karena kami semua menggunakan bahasa Indonesia, walaupun kami sedang berada di Arab.
Kebetulan sekali, kami dapat penginapan pertama. Karena kepala penginapan itu, Pak H. Abdullah, Lc. Murobbi kami waktu kuliah di Indonesia. Karena sekarang musim haji dia di utus dari Menteri Agama Indonesia untuk menjadi pembimbing, pengarah dan sebagai kepala penginapan bagi jemaah haji dari Indonesia.
“Assalamu’alaikum Ustadz” sapa kami serentak saat menuju di hadapan beliau.
“Wa’alaikum salam warah,matullah” Subhanallah antum-antum semuanya? Oleh karena itu selayaknyalah kita sebagai hambaNya, selalu bersyukur, atas segala yang Allah anugerahkan kepada kita. Akhirnya sampai juga niat dan cita-cita antum semua, untuk berangkat ketanah suci ini. Yang lebih bersyukur lagi antum semua digratiskan oleh pihak Universitas, untuk melaksanakan ibadah haji ini. Karena antum-antum semua mendapat prestasi sebagai mahasiswa yang istiqamah di jalan dakwa, khusus dilingkungan kampus. Sehingga antumlah generasi perdana membuat gerakan dakwah di kampus itu. Sehingga gerakan dakwah terus dilanjutkan oleh generasi-generasi selanjutnya, walaupun antum semua sudah menyelesaikan S1 di universitas itu. Terang Ustadz H. Abdullah mengingatkan gerakan dakwah lima tahun yang silam.
* * *
“Assalamualaikum, akhi!” tegurku kepada beberapa ikhwan yang selokal denganku.
Wa’alaikum salam” jawab mereka serentak. Mulai hari itu, kami semua menjadi sahabat, disamping itu kami pun satu lokal. Beberapa bulan kami masuk ke universitas itu, jarang sekali kami melihat mahasiswa mengadakan halaqoh-halaqoh ilmu, apalagi di universitas itu. Mayoritas 99% muslim.
Nah kebetulan sekali fakultas kami mengadakan kajian diskusi ilmiah dengan tema “Da’wah tugas siapa”tak tanggung-tanggung dalam kajian itu pihak Fakultas mengundang Ustad dari luar.
“Ustadz, kajian kitakan masalah dakwah, jadi saya mau tanya mengapa jarang sekali kami melihat dikampus kita ini mengadakan halaqoh-halaqoh ilmu? Aku mulai dengan satu pertanyaan.
“Ya,,, pertanyaan anta menarik sekali, mengingatkan ana waktu kuliah di Madinah dulu.” balas Ustadz. Awalnya ana kuliah di Madinah beberapa tahun yang lewat, kami selalu mengadakan halaqoh-halaqoh ilmu atau liqoq (perkumpulan/pertemuan) yang membahas persoalan dakwah islam dan kebaikan. Jadi kalau antum mau, antum bisa menggerakkan dakwah kampus ini, agar nampak nilai-nilai keislamannya. Nanti biar ana yang membantu membagikan materi halaqohnya, gimana?
Seakan-akan mau keluar rasanya ruhul jadid yang ada di diri kami. Untuk membuktikan bahwa muslim itu bersatu bersaudara mengajak kepada yang ma’ruf mencegah dari yang mungkar, sebagaimana dalam firman Allah:
“Sesungguhnya kalian semua bersaudara”
Hari itu, senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu ataukah ahad, kami tidak mengingatnya, yang jelas kami memulai halaqoh kami ba’da shalat dzuhur di mushala Fakultas kami, yang mana sebelumnya Ustadz H. Abdullah sudah kami kompirmasikan, makanya siang itu beliau shalat berjamaah bersama kami.
Setelah salam dan pembukaan, yang dituturkan oleh Ustadz. Beliau belum masuk kepada materi, sebelum acara ta’aruf dari rekan-rekan kami.
“Ayo sebelum ana masuk kepada materi, ana persilahkan kepada antum semua untuk ta’aruf, mulai dari yang bagian kanan ana”. kata Ustadz.
“Assalamu’alaikum Wr.Wb. nama ana Hasan, Ustadz. Ana dari aliah, sekarang masih semester satu. Insyaallah satu bulan lagi naik semester dua.”
Afwan ya, karna antum satu lokal, jadi supaya cepat ana minta nama-nama antum semua.
Antum?
“Nama ana Zul, ustad. ana dari aliah.
Antum?
“Nama ana Ilham, Ustad. ana dari pesantren.”
Antum?
“Ana Subhan ustad, ana dari pesantren”.
Antum?
“Ana Hendri,ustad.ana dari pesantren”
Antum?
“Ana Sholeh Ustadz, ana dari pesantren.”
Antum?
“Nama ana Muklas ustat, ana sama dengan henri”
Kalau antum?
“Nama ana Iwan Ustadz, ana dari aliah, kabupaten Meranti.
Akhirnya selesailah, ta’aruf kami dengan Ustadz H. Abdullah, murobbi perdana kami di universitas itu.selanjutnya kami akan mendengarkan materi yang akan di sampaikan beliau.
“Syukron......, kita akan mulai halaqoh kita dengan pelajaran Tauhidulllah dan Dinul Islam. Ana mengharapkan supaya antum semuanya tetap istiqamah dalam dakwah ini. Yakinlah suatu saat nanti antum semua akan merasakan kenikmatan dari apa yang antum lakukan saat ini. Ustadz memulai dengan memberi semangat kepada kami semua. Lalu beliau melanjutkan materinya hingga selesai.
* *
“Akhi nanti, kita harus istiqomah dalam dakwah ini. Kita usahakan agar saudara-saudara kita yang lain sama seperti kita.” Zul mengingatkan kepada kami.
“Iya, akhi.......! nanti kita dapat belajar bahasa Arab, sekali dengan Ustadz Abdullah. Mana tahu kita dapat melanjutkan S2 ke Madinah. Jadi kita sudah ada sedikit ilmu bahasa Arab tu.” Tambah Subhan.
Akhirnya selesailah halaqoh atau liqoq perdana kami dengan Ustadz itu. Yang mana untuk yang perdana ini, beliau lebih banyak memberi motivasi dan semangat kepada kami. Nampaknya kamilah generasi pertama kampus yang semangat dalam hal ini. Makanya beliau lebih banyak memberihal, seperti itu, agar kami tetap kuat dan bisa mengajak saudara-saudara seperjuangan yang lain untuk bergabung, menjalankan dakwah ini. Begitulah harapan beliau kepada kami semua.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, tak terasa minggu depan kami diwisudakan. Semenjak kami Kuliah Kerja Nyata (KKN), kami jarang sekali bertemu dengan Murobbi kami., Ustadz H. Abdullah. Karena beliau selalu sibuk ke luar negeri. Maklum beliau sudah termasuk salah seorang dari orang Indonesia yang fasih dalam bahasa Arab maupun Inggris. Dan beliau juga aktif dalam usaha dakwah ini. Karena ilmunya itu Mentri Agama sangat mempercayai beliau.
“Akhi, tak terasa sudah banyak ikhwan kita yang melanjutkan usaha dakwah ini. Kita semua jangan lupa semangat terus untuk menjadi Murobbi, seperti Ustadz H. Abdullah.” Kata Zul kepada kami.
“Iya.....akh. yang penting kita bersyukur kepada Allah, karena dikampus kita sudah banyak diadakan halaqoh-halaqoh. Bahkan yang lebih hebatnya, dosen-dosen lagi yang menjadi murobbi mereka.” Tambah Muklas kepada kami.
“Itu tandanya, usaha dan kerja kita dengan Ustadz Abdullah berhasil.”
“Sudah! Ini semua berkat keikhlasan dan keistiqomahan kita waktu belajar agama dengan Ustadz H. Abdullah.” Kita berharap biarlah Allah yang membalassemua apa yang kita kerjakan. Sekarang kita siap-siap untuk wisuda minggu depan.......?
takbiru....Allahuak barr............................3x
* * *
Pagi ini kami diwisudakan, kurang lebih lima ratus orang yang wisuda sama dengan kami. Dalam acara itu Pak Rektor mengumumkan nama-nama mahasiswa yang dapat prestasi dan akan naik haji gratis dari pihak universitas. Maka kami semua seperti patung ketika mendengarkan Pak Rektor membacakan nama-nama tersebut.
“Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa. Inilah nama-nama mahasiswa yang banyak memberikan kontribusi di universitas ini. Diantaranya, Hasan, Zul, Muklas, Subhan, Sholeh, Ilham, Iwan dan Hendri mereka inilah yang berhak mendapat hadiah naik haji gratis tahun ini”terang Pak Rektor kepada kami semua.
Mendengar nama-nama kami disebutkan, bukan main syukur kami kepada Allah. Segera kami melakukan sujud syukur, karena apa yang kami lakukan telah dibalas oleh Allah, dengan yang baik. Jadi apa yang kami lakukan dulu tak ada sia-sianya. Disamping niat kami sekali pergi ke Mekkah.
Tiga bulan setelah kami di wisudakan, maka tibalah saatnya kami mau berangkat ke tanah suci tahun ini. Karena kami naik haji gratis atau dibiayakan oleh universitas. Maka kami diberangkatkan terlebih dahulu. Agar kami dapat membantu jema’ah yang lainnya. Kalau kami sudah sampai di Mekkah nanti, itulah harap universitas kepada kami.
Akhi........tidak disangka, sekarang kita sudah berada di pesawat. Isyaallah satu jam lagi kita sampai di Mekkah. Ternyata benar firman Allah dalam QS. At-talaq : 2-3.
2 “barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar”.
3. “Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”.
Semoga kita semua termasuk orang yang disebutkan Allah dalam firmannya itu. Amin........
1.ya,, pak supir apakah anda mau mengantar kami ke asrama indonesia?
2.ya,,silakan naik travel ini.
3.berapa ongkos ke asrama pak?
4.seperti yang di tetapkan oleh pemerintah
5.berapa pak?
6.lima junaihah
7.nah sekarang kalian sudah sampai di penginapan indonesia
Sarwan kelana Al-alayi
Mahasiwa Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau
Aktif di Media Kampus Dan FLP cabang Riau
Beberapa tulisannya berupa Opini,Sp,cerpen dan Puisi
Sudah pernah di Terbitkan di media massa Riau.
Oleh:Sarwan kelana al-alayi
Siang itu suasana terasa panas, maklum kuarter kami baru beberapa jam tiba di Mekkah al Mukaromah. Ya... Keadaan cuaca di sana sangat berbeda dengan indonesia. Untuk berangkat ketanah suci tahun ini kebetulan kelompok kami yang mendapat undian pertama. Makanya kami lebih dahulu dapat merasakan keadaan di sana.
“Ya saaikh hal tawaddu’ tursiluna ilaa pundukun indunisia ?”1
“na,am tafadhol birukubi hazihi sayyaroh”2
“bikam adif’u ilaa zalika pundukin”3
“ ‘ala hasbiimin alhukumati”4
“kamissaikhu daf’u?”5
“kahomsatun junaihah”6
Begitulah percakapan kami ketika tiba di sana,maklum orang arab di sana tidak mengerti bahasa indonesia. Ya ...terpaksalah kami gunakan bahasa arab yang pernah kami pelajari sewaktu kuliah dulu.
“Al an qodwasoltum ilaa pundukhin indunesia”7 Kata supir travel yang membawa kami siang itu.
Dengan segera kami, turunkan barang-barang yang kami bawa. Ya..... barang-barang ini perlu bagi kami saat kami berada di tanah suci ini. Dengan membawa barang-barang, kami masuk ke penginapan atau asrama haji. Kami disambut oleh orang Indonesia yang menjaga tempat itu, rasanya seperti di kampung. Karena kami semua menggunakan bahasa Indonesia, walaupun kami sedang berada di Arab.
Kebetulan sekali, kami dapat penginapan pertama. Karena kepala penginapan itu, Pak H. Abdullah, Lc. Murobbi kami waktu kuliah di Indonesia. Karena sekarang musim haji dia di utus dari Menteri Agama Indonesia untuk menjadi pembimbing, pengarah dan sebagai kepala penginapan bagi jemaah haji dari Indonesia.
“Assalamu’alaikum Ustadz” sapa kami serentak saat menuju di hadapan beliau.
“Wa’alaikum salam warah,matullah” Subhanallah antum-antum semuanya? Oleh karena itu selayaknyalah kita sebagai hambaNya, selalu bersyukur, atas segala yang Allah anugerahkan kepada kita. Akhirnya sampai juga niat dan cita-cita antum semua, untuk berangkat ketanah suci ini. Yang lebih bersyukur lagi antum semua digratiskan oleh pihak Universitas, untuk melaksanakan ibadah haji ini. Karena antum-antum semua mendapat prestasi sebagai mahasiswa yang istiqamah di jalan dakwa, khusus dilingkungan kampus. Sehingga antumlah generasi perdana membuat gerakan dakwah di kampus itu. Sehingga gerakan dakwah terus dilanjutkan oleh generasi-generasi selanjutnya, walaupun antum semua sudah menyelesaikan S1 di universitas itu. Terang Ustadz H. Abdullah mengingatkan gerakan dakwah lima tahun yang silam.
* * *
“Assalamualaikum, akhi!” tegurku kepada beberapa ikhwan yang selokal denganku.
Wa’alaikum salam” jawab mereka serentak. Mulai hari itu, kami semua menjadi sahabat, disamping itu kami pun satu lokal. Beberapa bulan kami masuk ke universitas itu, jarang sekali kami melihat mahasiswa mengadakan halaqoh-halaqoh ilmu, apalagi di universitas itu. Mayoritas 99% muslim.
Nah kebetulan sekali fakultas kami mengadakan kajian diskusi ilmiah dengan tema “Da’wah tugas siapa”tak tanggung-tanggung dalam kajian itu pihak Fakultas mengundang Ustad dari luar.
“Ustadz, kajian kitakan masalah dakwah, jadi saya mau tanya mengapa jarang sekali kami melihat dikampus kita ini mengadakan halaqoh-halaqoh ilmu? Aku mulai dengan satu pertanyaan.
“Ya,,, pertanyaan anta menarik sekali, mengingatkan ana waktu kuliah di Madinah dulu.” balas Ustadz. Awalnya ana kuliah di Madinah beberapa tahun yang lewat, kami selalu mengadakan halaqoh-halaqoh ilmu atau liqoq (perkumpulan/pertemuan) yang membahas persoalan dakwah islam dan kebaikan. Jadi kalau antum mau, antum bisa menggerakkan dakwah kampus ini, agar nampak nilai-nilai keislamannya. Nanti biar ana yang membantu membagikan materi halaqohnya, gimana?
Seakan-akan mau keluar rasanya ruhul jadid yang ada di diri kami. Untuk membuktikan bahwa muslim itu bersatu bersaudara mengajak kepada yang ma’ruf mencegah dari yang mungkar, sebagaimana dalam firman Allah:
“Sesungguhnya kalian semua bersaudara”
Hari itu, senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu ataukah ahad, kami tidak mengingatnya, yang jelas kami memulai halaqoh kami ba’da shalat dzuhur di mushala Fakultas kami, yang mana sebelumnya Ustadz H. Abdullah sudah kami kompirmasikan, makanya siang itu beliau shalat berjamaah bersama kami.
Setelah salam dan pembukaan, yang dituturkan oleh Ustadz. Beliau belum masuk kepada materi, sebelum acara ta’aruf dari rekan-rekan kami.
“Ayo sebelum ana masuk kepada materi, ana persilahkan kepada antum semua untuk ta’aruf, mulai dari yang bagian kanan ana”. kata Ustadz.
“Assalamu’alaikum Wr.Wb. nama ana Hasan, Ustadz. Ana dari aliah, sekarang masih semester satu. Insyaallah satu bulan lagi naik semester dua.”
Afwan ya, karna antum satu lokal, jadi supaya cepat ana minta nama-nama antum semua.
Antum?
“Nama ana Zul, ustad. ana dari aliah.
Antum?
“Nama ana Ilham, Ustad. ana dari pesantren.”
Antum?
“Ana Subhan ustad, ana dari pesantren”.
Antum?
“Ana Hendri,ustad.ana dari pesantren”
Antum?
“Ana Sholeh Ustadz, ana dari pesantren.”
Antum?
“Nama ana Muklas ustat, ana sama dengan henri”
Kalau antum?
“Nama ana Iwan Ustadz, ana dari aliah, kabupaten Meranti.
Akhirnya selesailah, ta’aruf kami dengan Ustadz H. Abdullah, murobbi perdana kami di universitas itu.selanjutnya kami akan mendengarkan materi yang akan di sampaikan beliau.
“Syukron......, kita akan mulai halaqoh kita dengan pelajaran Tauhidulllah dan Dinul Islam. Ana mengharapkan supaya antum semuanya tetap istiqamah dalam dakwah ini. Yakinlah suatu saat nanti antum semua akan merasakan kenikmatan dari apa yang antum lakukan saat ini. Ustadz memulai dengan memberi semangat kepada kami semua. Lalu beliau melanjutkan materinya hingga selesai.
* *
“Akhi nanti, kita harus istiqomah dalam dakwah ini. Kita usahakan agar saudara-saudara kita yang lain sama seperti kita.” Zul mengingatkan kepada kami.
“Iya, akhi.......! nanti kita dapat belajar bahasa Arab, sekali dengan Ustadz Abdullah. Mana tahu kita dapat melanjutkan S2 ke Madinah. Jadi kita sudah ada sedikit ilmu bahasa Arab tu.” Tambah Subhan.
Akhirnya selesailah halaqoh atau liqoq perdana kami dengan Ustadz itu. Yang mana untuk yang perdana ini, beliau lebih banyak memberi motivasi dan semangat kepada kami. Nampaknya kamilah generasi pertama kampus yang semangat dalam hal ini. Makanya beliau lebih banyak memberihal, seperti itu, agar kami tetap kuat dan bisa mengajak saudara-saudara seperjuangan yang lain untuk bergabung, menjalankan dakwah ini. Begitulah harapan beliau kepada kami semua.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, tak terasa minggu depan kami diwisudakan. Semenjak kami Kuliah Kerja Nyata (KKN), kami jarang sekali bertemu dengan Murobbi kami., Ustadz H. Abdullah. Karena beliau selalu sibuk ke luar negeri. Maklum beliau sudah termasuk salah seorang dari orang Indonesia yang fasih dalam bahasa Arab maupun Inggris. Dan beliau juga aktif dalam usaha dakwah ini. Karena ilmunya itu Mentri Agama sangat mempercayai beliau.
“Akhi, tak terasa sudah banyak ikhwan kita yang melanjutkan usaha dakwah ini. Kita semua jangan lupa semangat terus untuk menjadi Murobbi, seperti Ustadz H. Abdullah.” Kata Zul kepada kami.
“Iya.....akh. yang penting kita bersyukur kepada Allah, karena dikampus kita sudah banyak diadakan halaqoh-halaqoh. Bahkan yang lebih hebatnya, dosen-dosen lagi yang menjadi murobbi mereka.” Tambah Muklas kepada kami.
“Itu tandanya, usaha dan kerja kita dengan Ustadz Abdullah berhasil.”
“Sudah! Ini semua berkat keikhlasan dan keistiqomahan kita waktu belajar agama dengan Ustadz H. Abdullah.” Kita berharap biarlah Allah yang membalassemua apa yang kita kerjakan. Sekarang kita siap-siap untuk wisuda minggu depan.......?
takbiru....Allahuak barr............................3x
* * *
Pagi ini kami diwisudakan, kurang lebih lima ratus orang yang wisuda sama dengan kami. Dalam acara itu Pak Rektor mengumumkan nama-nama mahasiswa yang dapat prestasi dan akan naik haji gratis dari pihak universitas. Maka kami semua seperti patung ketika mendengarkan Pak Rektor membacakan nama-nama tersebut.
“Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa. Inilah nama-nama mahasiswa yang banyak memberikan kontribusi di universitas ini. Diantaranya, Hasan, Zul, Muklas, Subhan, Sholeh, Ilham, Iwan dan Hendri mereka inilah yang berhak mendapat hadiah naik haji gratis tahun ini”terang Pak Rektor kepada kami semua.
Mendengar nama-nama kami disebutkan, bukan main syukur kami kepada Allah. Segera kami melakukan sujud syukur, karena apa yang kami lakukan telah dibalas oleh Allah, dengan yang baik. Jadi apa yang kami lakukan dulu tak ada sia-sianya. Disamping niat kami sekali pergi ke Mekkah.
Tiga bulan setelah kami di wisudakan, maka tibalah saatnya kami mau berangkat ke tanah suci tahun ini. Karena kami naik haji gratis atau dibiayakan oleh universitas. Maka kami diberangkatkan terlebih dahulu. Agar kami dapat membantu jema’ah yang lainnya. Kalau kami sudah sampai di Mekkah nanti, itulah harap universitas kepada kami.
Akhi........tidak disangka, sekarang kita sudah berada di pesawat. Isyaallah satu jam lagi kita sampai di Mekkah. Ternyata benar firman Allah dalam QS. At-talaq : 2-3.
2 “barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar”.
3. “Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”.
Semoga kita semua termasuk orang yang disebutkan Allah dalam firmannya itu. Amin........
1.ya,, pak supir apakah anda mau mengantar kami ke asrama indonesia?
2.ya,,silakan naik travel ini.
3.berapa ongkos ke asrama pak?
4.seperti yang di tetapkan oleh pemerintah
5.berapa pak?
6.lima junaihah
7.nah sekarang kalian sudah sampai di penginapan indonesia
Sarwan kelana Al-alayi
Mahasiwa Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau
Aktif di Media Kampus Dan FLP cabang Riau
Beberapa tulisannya berupa Opini,Sp,cerpen dan Puisi
Sudah pernah di Terbitkan di media massa Riau.
Kamis, 31 Desember 2009
novel
NOVEL
Oleh: Sarwan,Kelana
23-Mey-2009
Bu! Farhan hanya memohon kepada ibu agar dapat meredhoi dan memberi izin kepada anak mu ini. Aku yang di besarkan dan di sekolahkan oleh ibuku ,sehingga aku dapat menyelesaikan sekolah menengah atas (SMA). aku hanya tinggal berdua bersama ibuku, semenjak ayaku meninggalkanku untuk selamanya. ketika aku duduk dibangku sekolah dasar kelas tiga. semenjak itu aku tinggal bersama ibuku sepuluh tahun rasanya aku bersama ibuku, susah senang hanya dihadapi oleh seorang ibu yang hanya ingin membesarkan anak laki-laki satu-satunya. Agar anaknya itu berguna bagi Agama dan Bangsa harapan seorang ibu kepada anaknya.
Sepekan sebelum ujian akhir sekolah, aku berbicara dengan ibuku bahwa aku ingin melanjutkan ilmuku ke perguruan tinggi. Bu nanti kalau farhan lulus ,farhan mau melanjutkan ke perguruan tinggi,seperti teman –teman yang lain,jadi farhan hanya minta agar ibu dapat meredhoi dan mengizinkan ya buu?
“Farhan! ibu merasa bangga mendengar keinginanmu, tapi sekarang kamu belajar aja dengan baik kan kamu belum tau lulus atau tidak, kata ibu sambil menakutiku. sekarang kamu rajin belajar semoga lulus, dan do’akan moga ibu dapat rezeki agar kamu dapat melanjutkan belajarmu, kata ibu kepadaku.
“Eeep satu lagi kamu kuliahnya di sini aja, bersama ibu karna ibu sendiri”
“Ya..Bu tapi! Farhan sudah lama di kampungni, rasanya Farhan ingin merantau mencari pengelaman di tempat orangbu, lagipun Farhan tidak mau menyusahkan ibu lagi karna mulai dari Farhan kecil sampai Farhan tamat dari sekolah menengah atas, ibulah yang bekerja, ibu yang memasak dan ibu juga yang mencuci pakaiyan Farhan. oleh karna itu bu sudah cukup Farhan menyusahkan ibu makanya Farhan mau hidup mandiri di rantau orang, itu pun kalau ibu mau meridhoi dan memberi izin kepada Farhan ?”
“Farhan …nampaknya kamu benar-benar mau jauh dari ibuya?”
“Bukan bu… sekali lagi ,Farhan sayang…. dengan ibu makanya farhan tidak mau menyusahkan ibu lagi, ini memang dari hati farhan bu karna Farhan mau merasakan bahwasanya langit itu tinggi, dan Farhan mau merasakan bagaimana kalu jauh dengan ibu, apakah farhan mau merubah kebiasan malas farhan atau tidak”
“Ya..kalau benar baik seperti itu kemauwan mu, ibu mengizinkan lagipun kamukan tidak mau merepotkan ibu lagi, dan kamu pun sudah dewasa pergilah kamu cari ilmu dan pengelaman di negri orang, jadi sekarang mari kita berdo’a semoga kamu lulus dan mendapat nilai yang baik”kata ibu kepada ku.
“Aku mengangguk –angguk dan tersenyum”
“Farhan nanti kalau kamu sudah tinggal di sana, biar ibu cari anak kos untik tinggal bersama ibu agar ibu tidak sepi”Aku tersenyum dan memeluk ibuku.
Beberapa minggu telah terlewati aku lulus dari sekolah menengah atasku, Ibukupun merasakan kebahagian yang kurasakan karna anak satu-satunya berhasil menyelesaikan sekolah menegah atas nya dengan nilai yang memuaskan.karna seminggu lagi aku mau berangkat ke Riau sebuah kota metro politan kata orang.
Tiba-tiba ibuku pulang, lalu ibu berkata kepadaku. “Nak ibu tadi dapat masukan dan kritikan dari saudara kita, bahwasanya kamu tidak pantas melanjutkan ke perguruan tinggi karna, ekonomi kita lemah katanya apalagi ke Riau, Sambil ibu mengeluarkan air mata nya yang terpendam saat mendengarkan kritikan itu”.
“Bu ..farhan harap ibu jangan sampai terpengaruh oleh cakap orang lain”
“Tapi ini kenyataan yang dikatakan oleh mereka”ibu mengeraskan nada suaranya
Aku terdiam .tapi aku berkata dengan nada yang semangat kepada ibuku “Bu…farhan anakmu Farhan ingin menuntut ilmu untuk kebahagian kita bu ?”Apa ibu hanya mau mendengar kata – kata orang. orang hanya mau melihat kita susah bu ,mereka tidak mau melihat kita bahagia,ingat bu semua itu hanyalah godaan ”.kataku meyakinkan ibu.
Lalu ku lihat wajah Ibu tersenyum dan memberi semgat kepadaku “Nak..,teruskan niat dan cita-citamu “kata ibu kepadaku mantap.
Mulai hari itu ibulah yang terus memberiku semangat, dan dorongan agar aku dapat mempertahan kan semagat dan motivasiku.
Ibu berkata kepada ku “,Han siapa saja kawan-kawan kamu yang melanjutkan perguruan tinggi?’
“ O.. banyak bu, Hasanal,Rudi,Ijal,Samsul,Mazwan,Egi,Tarmizi,azri dan lain-lain .itu kawan-kawanku yang sering kerumah dan ibuku kenal dengan mereka”
“Jadi baguslahtu moga kalian bertemu di sana,”kata ibu
“Amin……..”sambungku.
Seperti biasa setiap sore, Kumar kawan ku yang sering main dan tidur di Gubuk kami berkata kepadaku.
“Han.. kamu merantaulah dulu di tempat orang, nanti aku nyusul,”katanya sambil membaca buku di gubukku.
“Ya ,kata ku, kamu belajar dengan baik ,agar lulus dan kita dapat bergerak dari kampung ini, mencari wawasan di tempat orang”.kami sering bercanda
Mar nanti kalu aku sudah di Riau kamu sering main ke gubuk ini ,lihat-lihat ibu ya?
“Ya….InsyaAllah”jawabnya
Haripun makin senja kami larut dalm obrolan yang mengharukan, karna besok sore aku mau berangkat ke pekanbaru. “Mar jagan lupe besok sore antar aku ke pelabuhan?
“Yee katanya,”
Lalu dalam keasikan itu kamipun tertidur.
Pukul empat tigapuluh subuh, ibuku membagunkan ku , “Han bangun masjid lain sudah mulai mengaji”hal seperti ini ialah tugas ku sebagai penjaga Mushollah Al-Muttaqin yang berada di depan gubuk kami.lalu aku bangun dan menghidupkan tep, seperti biasa masuk waktu ,akupun azan subuh.
Pagi-pagi aku mempersiapkan peralatan dan pakaiyanku, untuk berangkat nanti,ibuku membantu mempersiapkan sambil memasak makannan kesukaanku gulai kacang dan tahu goreng, untuk bekal ku di kapal. Tak terasa sebelas jam sudah berlalu, akupun menjalankan tugasku azan ashar,ba’da sholat ashar kumar pun datang untuk mengantarkan aku kepelabuhan.
“Dikau dah siap Han?”
“Iyalah masak seorang laki-laki tak siap”
“Kalau dah siap mari aku antar ke pelabuhan, tapi permisi dulu dengan ibu tu” katanya.
Aku cuba melihat wajah ibu ku hampiri ,ku lihat ia menangais ,ku peluk ibuku , “bu farhan fergi sebentar untuk menuntut ilmu tolong do’akan ya bu?”kata ku.
“ibu hanya mengangguk”
“han!cepat sudah jam empat tiga puluh ni?kata kumar padaku’.
“Yeee….”
Sambil melepas pelukan ibu ,perlahan ku berkata pada ibu “bu do’a dan izinnu yang membut kita bahagia”
Ibu tidak berkat apa-apa.ia hanya diam dan senyum ,yang menahan rasa sedihnya
Aku mulai beranjak dari rumah ku, dalam perjalanan kutatap wajah ibu dalam-dalam ,sayup wajah ibu mulai hilang dari pelupuk mataku .
Tuuuuuuuuuuttt,, terompet kapal jelatik mulai memanggil orang yang ingin berangkat sore itu, cepat aku berlari menuju ke dalam kapal,
“ mar aku pergi dulu ye?”
“ye hati-hati han di sane”
# # #
Jelatik yang ku naikai mulai bergerak perlahan-lahan mulai meninggalkan kota ke besaranku,Ombak seolah-olah menari riang dengan suasana hampir senja, ku lihat kotaku makin lama makin sayup dari pandangan ku dan menghilang.
Aku memejamkan mataku sejenak seraya meneguhkan batinku,Aku yakin diri ini harus kuat untuk berpisah dengan ibu dan diri ini harus siap menghadapi resiko di tempat orang lain.miskipun hampir Sembilan belas tahu aku tinggal bersama dengan ibu, tapi mulai malam itu aku sudih jauh dari pangkuan ibu,sebagai seorang laki-laki aku harus siap menghadapi semua nya.kata batinku.
Aku kembali menguatkan niatku bahwa aku sedang melakukan pengembaraan untuk mengubah takdir,mengubah nasib seperti janjiku pada ibu yang lalu.aku harus berani berhijrah dari satu takdir Allah ke takdir yang lain yang lebih bai.jelatik terus berjalan telah melewati beberapa pulau dan kotaku mulai hilang.
Ternyata di dalam kapal itu ,aku bertemu dengan ,hasan ,rudi,azri,tarmizi,egi dan lain-lain temanku yang satu aliah samaku..
Woiii ada farhan kata mereka
“mau ke pekanya han?”Tanya hasan kepadaku.
“Tidak ,”
“lantas mau kemana kamu?,mereka bertanya”
“mau ke Madinah ,aku bergurau dengan mereka,”
“Lalu kami semu tertawa”Haaaaaaaaaaaahaa haaaHaaaaaaaaaaaaaa
“iya!aku sebenarnya mau kepekan. Kalian nanti kuliah di mana ?aku belik bertanya”
“O ,,kalu aku di UNRI kata hasan ,dan tarmizi”dikau han
“InsyaAllah di UIN ,jawabku”
“han kalu boleh tau kamu mengambil jurusan apa?”Kata salah seorang teman kepadaku.
“Pilihan pertama baha Inggris ,sedangkan pilihan kedua tafsir hadits”
Dimana kamu tinggal han kalu sudah sampai di pekan? kata Azri
Mungkin di rumah pak Sari ,orang yang tinggal di samping rumahku di kampung dulu,sekarang dia sudah pindah ke pekan ‘ aku menjelaskan kepada mereka.
Zri kalu kamu kuliah di mana? Tanyaku
“aku mau kuliah di lifia,”
Bagus tu zri ,kalu dikau Rud di mana pulak?
“aku mau jadi perawat aje,he he”
Malam itu kami semua bahagia sekali karna ,sambil bercerita kami melihat keindahan ciptaan Tuhan di luar kapal.sampai kami tidak sadar ,sehingga kami tertidur.
Pukul enam pagi jelatik yang kami naiki sudah sampai di pelabuhan kota pekanbaru,kami mulai siap-siap untuk naik ke atas pelabuhan dan kami sama-sama mencari oplet yang pergi kepasar pusat tempat orang –orang menunggu angkutan kota,kami pun sampai di pusat.
“ Panam…..panam……..panam….”kata knek angkutan kota
Woii cepat kite naik angkutan kota kata ,ku kepada mereka ,
Iye ….jawab mereka serentak!
Maka kami pun naik dan duduk di dalamnya ,dengan keadaan yang sibuk seperti itu ,Azri tinggal di pusat ,kami tak tau apa yang terjadi lagi.
Angkot yang aku naiki berhenti di simpang panam,maka aku turun dan mencari alamt rumah pak Sari. sedangkan teman – teman ku , pergi ketempat masing-masing.akhirnya aku sampai di alamat pak Sari , dan di sambut baik oleh keluarga nya.
“eh farhan baru sampai ya Han kata isteri paksari ,sambil bangkit menuju pintu”
Begitu pintu di buka aku di suruh masuk oleh keluarga tersebut. “han kalau capek istirah dulu di kamar?”
“ya buk! Kataku lalu akupun ter tidur”
Jam tujuh pagi aku baru bagun tidur,aku mandi dan siap-siap mau daftar di UIN, akhirnya aku di terima dan bisa mengikuti ujuan tertulis kata panitia ,Tak terasa sudah satu minggu aku tinggal di pekan ,khusus di tempat kediaman pak Sari,sudah banyak tetangaga yang aku kenali,sehingga aku ditawarkan untuk menjadi guru mengaji di Masjid yang tak jauh dari tempat kediaman ku. oleh pengurus masjid di situ,aku tersenyum dan mengiyakan tawaran itu.
Besoknya pagi-pagi aku siap-siap untuk mengikuti ujian tertulis,di UIN Sukajadi dan besoknya di sambung di UIN Panam,seminggu sesudah ujian tertulis maka keluarlah pengumuman kelulusan,cepat-cepat aku mandi dan pamit kepada ibuk untuk pergi melihat hasil ujian ku.
“buk saya pergi ke kampus dulunya mau melihat hasil ujian yang sudah keluar”
“Ya….hati-hati !kata ibuk kepadaku”
Dengan membaca Bismillah hirahmannirrohim,ku langkahkan kaki ini untuk pergi ke kampus,yah walaupun kampus yang kutuju sangat jauh,tapi karna dengan tujuan untuk mencari ilmu aku sadar ini adalah suatu ujian yang Tuhan berikan kepadaku. Karna aku ingat bunyi sebuah hadits “Barang siapa menempuha satu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudahkan satu jalan baginya menuju surga”HR,Muslim.Maka kujalani semuanya dengan Iklas kepada Nya.
Ternyata alhamdulillah aku lulus tapi! bukan di jurusan pilihan pertamaku bahasa inggris,aku lulus di jurusan Tafsir hadits Fakultas Ushuluddin,rasa kecewa ada sedikit tapi karna lulus maka aku pun bersukur karna Allah memberikan kesempatan kepadaku untuk menuntut ilmu di tempat orang
X X X
Kutempuhi perjalanan kurang lebih dua kilo meter untuk sampai ke simpang tempat berkumpulnya angkutan kota dan Oplet.
“pusat pusat pusat dek ?”teriak supir oplet kepadaku
“kampus pusat pak, ya?”sambil aku naik oplet itu
Rasanya aku baru pertama kali pergi ke kampus pusat ,itupun alamtnya di kasitau oleh kakak tingkatku yang rumahnya tidak jau dari kediaman ku. Di dalam oplet mataku sibuk meliahat keluar untuk mencari nama jalan yang di sebitkan oleh kakak kemaren,katanya simpang jalan kuau,itulah yang ku sebut kepada supir oplet.
“dek udah sampai di simpang ni”
“ya pak terimakasih” sambil menyodorkan ongkos
Lalu akau pun turun,ternyata sudah ratusan mahasiswa/I yang berada di kampus mereka sibuk mengelilingi papan pengumuman. Aku pun langsung menuju papan itu untuk mencari namaku lulus atau tidak ketika ujian dua minggu yang lalu.
“Han gimana kamu lulus,”sapa irwan kepadaku
“O…kamu wan,ni lagi mencari”
“mari kita cari sama-sama,aku juga belum ketemu”
Alhamdulillah namaku keluar,aku lulus. Tapi saying aku lulus bukan di pilihan pertamaku,bahasa ingris.
“Sukurlah han kalau kamu lulus ,sedangkan aku tidak’kata irwan kepadaku
Mendengar kata-kata itu aku bersukur ternyata ada juga orang yang tidak lulus mereka bersukur,mengapa kau lulus tidak mau bersukur. Terimakasih ya tuhan Engkau masih memberiku kesempataan untuk mencari ilmu di rantau.
Jam dua belas nol-nol masuk waktu sholat dzuhur,segera aku bergegas menuju ke masjid yang tidak jauh dari situ,karna sholat suatu kewajiban bagi umat Muslim ba’da sholat aku segera pulang.
“Assalamualaikum buk”ucapku masuk kerumah
“Wa’alaikumsalam baru pulang han?”
“ya buk”
“gimana hasil ujian kamu?”
“Alhamdulillah saya lulus buk”
“ya sukurlah,kalau dah lulus”
Tak tersa waktu sudah jam tujuh belas tiga puluh,aku segera mandi dan pergi ke masjid yang tak jauh dari rumah ibuk. Karna malam ini malam pertama aku mengajar di TPA di situ. Bergegas akau melangkah ke masjid ku buka pintu sembari membaca Do’a,ku berqanikan diri untuk menghidupkan radiao yang ada di dalamnya.selama dua puluh menit lantunan ayat-ayat Al-Qur’an menggema di angkasa,lalu ku matikan karna waktu sholat magrib sudah masuk,lalu sekalai lagi kuberanikan diri untuk Azan.
Ba’da sholat magrib,pak mas’ud salah satu pengurus di situ memberi pengumuman ke pada jama’ah dan murid-murid bahwa aku yang akan membantu untuk mengajar mengaji anak-anak di sini,kedatangan ku di tengah –tengah masyarakat di sambut dengan baik,senang rasanya hatiku waktu itu.
Tak terasa sudah tiga bulan aku tinggal dan menjadi guru di situ lalu aku di tawarkan untuk mengurus masjid,alias jadi takmir masjid githu lho. Ku terima tawaran itu ku katakana hal ini sama ibuk bahwa aku tinggal di masjid,ternyata ibuk mengizinkan,banyak sekali suka dan duku yang ku alami,tapi untung di situ ada temanku yang satu universitas denganku Rosihanzas namanya. Dialah yang selalu dating ketempatku untuk bermain hingga larut malam.
Duaminggu kemudian dating salah seorang mahasiswa yang ingin tinggal di masjid,dia langsung menemui aku.
“Asalamualaikum bang,nama saya wandi bisa saya tinggal di masjid ini dengan abang?”
“wa’alaikum salam,ya kebetulan sekalai saya lagi butuh teman,tapi alangkah baiknya kamu Tanya langsung dengan pak ketuanya,saya aja dia yang menyruh di sini”jelasku pada wandi
“yalah malam ini juga saya akn jumpa dengan pengurus”
Setelah wandi berjumpa dengan pengurus akhirnya ia di terima untuk tinggal bersamaku. Senang juga hatiku karna ada teman ,tapi saying wandi tidak dapat lama tinggal di situ maklum masalah keuangan akhirnya dia pindah untuk tinggal di tempat lain.
Seminggu mau masuk bulan Romadhan kumar sahabatku yang di kampong dulu datang,di masjidku katanya ingin mencari kerja,sambil kuliah karna dia sudah tamat dari SMA.
“Assalamualaikum han”
“Wa’alaikum salam ,eh kamu mar akhirnya sampai juga kamu di sini”cerutuku padanya
Yalah aku kan ingin seperti kamu mencari pengalaman di tempat orang,han bolehtak aku tinggal di sini dengan kamu?”harapnya padaku
Ya mar kebetulan sekali aku tak ada teman ,tapi kamu Tanya sendiri ke pengurus
“Yalah han kalu macam tu hari ini juga aku jumpa pengurus,tapi tunjukkan aku mane pengurusnya”
“berestuu”
Akhirnya kumar di terima untuk tinggal bersamaku di masjid itu maka kami berdualah yang bekerja di bulan romadhan saat itu. Susah senang kami rasakan disitu baru dia tau kalu merantau itu butuh pengorbanan,sebagai man pepatah mengatakan kalu langit itu tidak bertiang semakin di dekan semakain jauh.
X
Ini Ramadhan ke dua ku di masjid itu
Nomor Telepon dan Alamat E-mail:
• Facebook: blogpenulis@gmail.com
• Yahoo Messenger = proumedia@yahoo.com (online selama jam kerja)
• Chat with Gmail = proumedia@gmail.com
• E-mail Redaksi/naskah = proumedia@gmail.com
• Layanan SMS 0274-7447222
• Telp/Fax 0274-376301
Oleh: Sarwan,Kelana
23-Mey-2009
Bu! Farhan hanya memohon kepada ibu agar dapat meredhoi dan memberi izin kepada anak mu ini. Aku yang di besarkan dan di sekolahkan oleh ibuku ,sehingga aku dapat menyelesaikan sekolah menengah atas (SMA). aku hanya tinggal berdua bersama ibuku, semenjak ayaku meninggalkanku untuk selamanya. ketika aku duduk dibangku sekolah dasar kelas tiga. semenjak itu aku tinggal bersama ibuku sepuluh tahun rasanya aku bersama ibuku, susah senang hanya dihadapi oleh seorang ibu yang hanya ingin membesarkan anak laki-laki satu-satunya. Agar anaknya itu berguna bagi Agama dan Bangsa harapan seorang ibu kepada anaknya.
Sepekan sebelum ujian akhir sekolah, aku berbicara dengan ibuku bahwa aku ingin melanjutkan ilmuku ke perguruan tinggi. Bu nanti kalau farhan lulus ,farhan mau melanjutkan ke perguruan tinggi,seperti teman –teman yang lain,jadi farhan hanya minta agar ibu dapat meredhoi dan mengizinkan ya buu?
“Farhan! ibu merasa bangga mendengar keinginanmu, tapi sekarang kamu belajar aja dengan baik kan kamu belum tau lulus atau tidak, kata ibu sambil menakutiku. sekarang kamu rajin belajar semoga lulus, dan do’akan moga ibu dapat rezeki agar kamu dapat melanjutkan belajarmu, kata ibu kepadaku.
“Eeep satu lagi kamu kuliahnya di sini aja, bersama ibu karna ibu sendiri”
“Ya..Bu tapi! Farhan sudah lama di kampungni, rasanya Farhan ingin merantau mencari pengelaman di tempat orangbu, lagipun Farhan tidak mau menyusahkan ibu lagi karna mulai dari Farhan kecil sampai Farhan tamat dari sekolah menengah atas, ibulah yang bekerja, ibu yang memasak dan ibu juga yang mencuci pakaiyan Farhan. oleh karna itu bu sudah cukup Farhan menyusahkan ibu makanya Farhan mau hidup mandiri di rantau orang, itu pun kalau ibu mau meridhoi dan memberi izin kepada Farhan ?”
“Farhan …nampaknya kamu benar-benar mau jauh dari ibuya?”
“Bukan bu… sekali lagi ,Farhan sayang…. dengan ibu makanya farhan tidak mau menyusahkan ibu lagi, ini memang dari hati farhan bu karna Farhan mau merasakan bahwasanya langit itu tinggi, dan Farhan mau merasakan bagaimana kalu jauh dengan ibu, apakah farhan mau merubah kebiasan malas farhan atau tidak”
“Ya..kalau benar baik seperti itu kemauwan mu, ibu mengizinkan lagipun kamukan tidak mau merepotkan ibu lagi, dan kamu pun sudah dewasa pergilah kamu cari ilmu dan pengelaman di negri orang, jadi sekarang mari kita berdo’a semoga kamu lulus dan mendapat nilai yang baik”kata ibu kepada ku.
“Aku mengangguk –angguk dan tersenyum”
“Farhan nanti kalau kamu sudah tinggal di sana, biar ibu cari anak kos untik tinggal bersama ibu agar ibu tidak sepi”Aku tersenyum dan memeluk ibuku.
Beberapa minggu telah terlewati aku lulus dari sekolah menengah atasku, Ibukupun merasakan kebahagian yang kurasakan karna anak satu-satunya berhasil menyelesaikan sekolah menegah atas nya dengan nilai yang memuaskan.karna seminggu lagi aku mau berangkat ke Riau sebuah kota metro politan kata orang.
Tiba-tiba ibuku pulang, lalu ibu berkata kepadaku. “Nak ibu tadi dapat masukan dan kritikan dari saudara kita, bahwasanya kamu tidak pantas melanjutkan ke perguruan tinggi karna, ekonomi kita lemah katanya apalagi ke Riau, Sambil ibu mengeluarkan air mata nya yang terpendam saat mendengarkan kritikan itu”.
“Bu ..farhan harap ibu jangan sampai terpengaruh oleh cakap orang lain”
“Tapi ini kenyataan yang dikatakan oleh mereka”ibu mengeraskan nada suaranya
Aku terdiam .tapi aku berkata dengan nada yang semangat kepada ibuku “Bu…farhan anakmu Farhan ingin menuntut ilmu untuk kebahagian kita bu ?”Apa ibu hanya mau mendengar kata – kata orang. orang hanya mau melihat kita susah bu ,mereka tidak mau melihat kita bahagia,ingat bu semua itu hanyalah godaan ”.kataku meyakinkan ibu.
Lalu ku lihat wajah Ibu tersenyum dan memberi semgat kepadaku “Nak..,teruskan niat dan cita-citamu “kata ibu kepadaku mantap.
Mulai hari itu ibulah yang terus memberiku semangat, dan dorongan agar aku dapat mempertahan kan semagat dan motivasiku.
Ibu berkata kepada ku “,Han siapa saja kawan-kawan kamu yang melanjutkan perguruan tinggi?’
“ O.. banyak bu, Hasanal,Rudi,Ijal,Samsul,Mazwan,Egi,Tarmizi,azri dan lain-lain .itu kawan-kawanku yang sering kerumah dan ibuku kenal dengan mereka”
“Jadi baguslahtu moga kalian bertemu di sana,”kata ibu
“Amin……..”sambungku.
Seperti biasa setiap sore, Kumar kawan ku yang sering main dan tidur di Gubuk kami berkata kepadaku.
“Han.. kamu merantaulah dulu di tempat orang, nanti aku nyusul,”katanya sambil membaca buku di gubukku.
“Ya ,kata ku, kamu belajar dengan baik ,agar lulus dan kita dapat bergerak dari kampung ini, mencari wawasan di tempat orang”.kami sering bercanda
Mar nanti kalu aku sudah di Riau kamu sering main ke gubuk ini ,lihat-lihat ibu ya?
“Ya….InsyaAllah”jawabnya
Haripun makin senja kami larut dalm obrolan yang mengharukan, karna besok sore aku mau berangkat ke pekanbaru. “Mar jagan lupe besok sore antar aku ke pelabuhan?
“Yee katanya,”
Lalu dalam keasikan itu kamipun tertidur.
Pukul empat tigapuluh subuh, ibuku membagunkan ku , “Han bangun masjid lain sudah mulai mengaji”hal seperti ini ialah tugas ku sebagai penjaga Mushollah Al-Muttaqin yang berada di depan gubuk kami.lalu aku bangun dan menghidupkan tep, seperti biasa masuk waktu ,akupun azan subuh.
Pagi-pagi aku mempersiapkan peralatan dan pakaiyanku, untuk berangkat nanti,ibuku membantu mempersiapkan sambil memasak makannan kesukaanku gulai kacang dan tahu goreng, untuk bekal ku di kapal. Tak terasa sebelas jam sudah berlalu, akupun menjalankan tugasku azan ashar,ba’da sholat ashar kumar pun datang untuk mengantarkan aku kepelabuhan.
“Dikau dah siap Han?”
“Iyalah masak seorang laki-laki tak siap”
“Kalau dah siap mari aku antar ke pelabuhan, tapi permisi dulu dengan ibu tu” katanya.
Aku cuba melihat wajah ibu ku hampiri ,ku lihat ia menangais ,ku peluk ibuku , “bu farhan fergi sebentar untuk menuntut ilmu tolong do’akan ya bu?”kata ku.
“ibu hanya mengangguk”
“han!cepat sudah jam empat tiga puluh ni?kata kumar padaku’.
“Yeee….”
Sambil melepas pelukan ibu ,perlahan ku berkata pada ibu “bu do’a dan izinnu yang membut kita bahagia”
Ibu tidak berkat apa-apa.ia hanya diam dan senyum ,yang menahan rasa sedihnya
Aku mulai beranjak dari rumah ku, dalam perjalanan kutatap wajah ibu dalam-dalam ,sayup wajah ibu mulai hilang dari pelupuk mataku .
Tuuuuuuuuuuttt,, terompet kapal jelatik mulai memanggil orang yang ingin berangkat sore itu, cepat aku berlari menuju ke dalam kapal,
“ mar aku pergi dulu ye?”
“ye hati-hati han di sane”
# # #
Jelatik yang ku naikai mulai bergerak perlahan-lahan mulai meninggalkan kota ke besaranku,Ombak seolah-olah menari riang dengan suasana hampir senja, ku lihat kotaku makin lama makin sayup dari pandangan ku dan menghilang.
Aku memejamkan mataku sejenak seraya meneguhkan batinku,Aku yakin diri ini harus kuat untuk berpisah dengan ibu dan diri ini harus siap menghadapi resiko di tempat orang lain.miskipun hampir Sembilan belas tahu aku tinggal bersama dengan ibu, tapi mulai malam itu aku sudih jauh dari pangkuan ibu,sebagai seorang laki-laki aku harus siap menghadapi semua nya.kata batinku.
Aku kembali menguatkan niatku bahwa aku sedang melakukan pengembaraan untuk mengubah takdir,mengubah nasib seperti janjiku pada ibu yang lalu.aku harus berani berhijrah dari satu takdir Allah ke takdir yang lain yang lebih bai.jelatik terus berjalan telah melewati beberapa pulau dan kotaku mulai hilang.
Ternyata di dalam kapal itu ,aku bertemu dengan ,hasan ,rudi,azri,tarmizi,egi dan lain-lain temanku yang satu aliah samaku..
Woiii ada farhan kata mereka
“mau ke pekanya han?”Tanya hasan kepadaku.
“Tidak ,”
“lantas mau kemana kamu?,mereka bertanya”
“mau ke Madinah ,aku bergurau dengan mereka,”
“Lalu kami semu tertawa”Haaaaaaaaaaaahaa haaaHaaaaaaaaaaaaaa
“iya!aku sebenarnya mau kepekan. Kalian nanti kuliah di mana ?aku belik bertanya”
“O ,,kalu aku di UNRI kata hasan ,dan tarmizi”dikau han
“InsyaAllah di UIN ,jawabku”
“han kalu boleh tau kamu mengambil jurusan apa?”Kata salah seorang teman kepadaku.
“Pilihan pertama baha Inggris ,sedangkan pilihan kedua tafsir hadits”
Dimana kamu tinggal han kalu sudah sampai di pekan? kata Azri
Mungkin di rumah pak Sari ,orang yang tinggal di samping rumahku di kampung dulu,sekarang dia sudah pindah ke pekan ‘ aku menjelaskan kepada mereka.
Zri kalu kamu kuliah di mana? Tanyaku
“aku mau kuliah di lifia,”
Bagus tu zri ,kalu dikau Rud di mana pulak?
“aku mau jadi perawat aje,he he”
Malam itu kami semua bahagia sekali karna ,sambil bercerita kami melihat keindahan ciptaan Tuhan di luar kapal.sampai kami tidak sadar ,sehingga kami tertidur.
Pukul enam pagi jelatik yang kami naiki sudah sampai di pelabuhan kota pekanbaru,kami mulai siap-siap untuk naik ke atas pelabuhan dan kami sama-sama mencari oplet yang pergi kepasar pusat tempat orang –orang menunggu angkutan kota,kami pun sampai di pusat.
“ Panam…..panam……..panam….”kata knek angkutan kota
Woii cepat kite naik angkutan kota kata ,ku kepada mereka ,
Iye ….jawab mereka serentak!
Maka kami pun naik dan duduk di dalamnya ,dengan keadaan yang sibuk seperti itu ,Azri tinggal di pusat ,kami tak tau apa yang terjadi lagi.
Angkot yang aku naiki berhenti di simpang panam,maka aku turun dan mencari alamt rumah pak Sari. sedangkan teman – teman ku , pergi ketempat masing-masing.akhirnya aku sampai di alamat pak Sari , dan di sambut baik oleh keluarga nya.
“eh farhan baru sampai ya Han kata isteri paksari ,sambil bangkit menuju pintu”
Begitu pintu di buka aku di suruh masuk oleh keluarga tersebut. “han kalau capek istirah dulu di kamar?”
“ya buk! Kataku lalu akupun ter tidur”
Jam tujuh pagi aku baru bagun tidur,aku mandi dan siap-siap mau daftar di UIN, akhirnya aku di terima dan bisa mengikuti ujuan tertulis kata panitia ,Tak terasa sudah satu minggu aku tinggal di pekan ,khusus di tempat kediaman pak Sari,sudah banyak tetangaga yang aku kenali,sehingga aku ditawarkan untuk menjadi guru mengaji di Masjid yang tak jauh dari tempat kediaman ku. oleh pengurus masjid di situ,aku tersenyum dan mengiyakan tawaran itu.
Besoknya pagi-pagi aku siap-siap untuk mengikuti ujian tertulis,di UIN Sukajadi dan besoknya di sambung di UIN Panam,seminggu sesudah ujian tertulis maka keluarlah pengumuman kelulusan,cepat-cepat aku mandi dan pamit kepada ibuk untuk pergi melihat hasil ujian ku.
“buk saya pergi ke kampus dulunya mau melihat hasil ujian yang sudah keluar”
“Ya….hati-hati !kata ibuk kepadaku”
Dengan membaca Bismillah hirahmannirrohim,ku langkahkan kaki ini untuk pergi ke kampus,yah walaupun kampus yang kutuju sangat jauh,tapi karna dengan tujuan untuk mencari ilmu aku sadar ini adalah suatu ujian yang Tuhan berikan kepadaku. Karna aku ingat bunyi sebuah hadits “Barang siapa menempuha satu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudahkan satu jalan baginya menuju surga”HR,Muslim.Maka kujalani semuanya dengan Iklas kepada Nya.
Ternyata alhamdulillah aku lulus tapi! bukan di jurusan pilihan pertamaku bahasa inggris,aku lulus di jurusan Tafsir hadits Fakultas Ushuluddin,rasa kecewa ada sedikit tapi karna lulus maka aku pun bersukur karna Allah memberikan kesempatan kepadaku untuk menuntut ilmu di tempat orang
X X X
Kutempuhi perjalanan kurang lebih dua kilo meter untuk sampai ke simpang tempat berkumpulnya angkutan kota dan Oplet.
“pusat pusat pusat dek ?”teriak supir oplet kepadaku
“kampus pusat pak, ya?”sambil aku naik oplet itu
Rasanya aku baru pertama kali pergi ke kampus pusat ,itupun alamtnya di kasitau oleh kakak tingkatku yang rumahnya tidak jau dari kediaman ku. Di dalam oplet mataku sibuk meliahat keluar untuk mencari nama jalan yang di sebitkan oleh kakak kemaren,katanya simpang jalan kuau,itulah yang ku sebut kepada supir oplet.
“dek udah sampai di simpang ni”
“ya pak terimakasih” sambil menyodorkan ongkos
Lalu akau pun turun,ternyata sudah ratusan mahasiswa/I yang berada di kampus mereka sibuk mengelilingi papan pengumuman. Aku pun langsung menuju papan itu untuk mencari namaku lulus atau tidak ketika ujian dua minggu yang lalu.
“Han gimana kamu lulus,”sapa irwan kepadaku
“O…kamu wan,ni lagi mencari”
“mari kita cari sama-sama,aku juga belum ketemu”
Alhamdulillah namaku keluar,aku lulus. Tapi saying aku lulus bukan di pilihan pertamaku,bahasa ingris.
“Sukurlah han kalau kamu lulus ,sedangkan aku tidak’kata irwan kepadaku
Mendengar kata-kata itu aku bersukur ternyata ada juga orang yang tidak lulus mereka bersukur,mengapa kau lulus tidak mau bersukur. Terimakasih ya tuhan Engkau masih memberiku kesempataan untuk mencari ilmu di rantau.
Jam dua belas nol-nol masuk waktu sholat dzuhur,segera aku bergegas menuju ke masjid yang tidak jauh dari situ,karna sholat suatu kewajiban bagi umat Muslim ba’da sholat aku segera pulang.
“Assalamualaikum buk”ucapku masuk kerumah
“Wa’alaikumsalam baru pulang han?”
“ya buk”
“gimana hasil ujian kamu?”
“Alhamdulillah saya lulus buk”
“ya sukurlah,kalau dah lulus”
Tak tersa waktu sudah jam tujuh belas tiga puluh,aku segera mandi dan pergi ke masjid yang tak jauh dari rumah ibuk. Karna malam ini malam pertama aku mengajar di TPA di situ. Bergegas akau melangkah ke masjid ku buka pintu sembari membaca Do’a,ku berqanikan diri untuk menghidupkan radiao yang ada di dalamnya.selama dua puluh menit lantunan ayat-ayat Al-Qur’an menggema di angkasa,lalu ku matikan karna waktu sholat magrib sudah masuk,lalu sekalai lagi kuberanikan diri untuk Azan.
Ba’da sholat magrib,pak mas’ud salah satu pengurus di situ memberi pengumuman ke pada jama’ah dan murid-murid bahwa aku yang akan membantu untuk mengajar mengaji anak-anak di sini,kedatangan ku di tengah –tengah masyarakat di sambut dengan baik,senang rasanya hatiku waktu itu.
Tak terasa sudah tiga bulan aku tinggal dan menjadi guru di situ lalu aku di tawarkan untuk mengurus masjid,alias jadi takmir masjid githu lho. Ku terima tawaran itu ku katakana hal ini sama ibuk bahwa aku tinggal di masjid,ternyata ibuk mengizinkan,banyak sekali suka dan duku yang ku alami,tapi untung di situ ada temanku yang satu universitas denganku Rosihanzas namanya. Dialah yang selalu dating ketempatku untuk bermain hingga larut malam.
Duaminggu kemudian dating salah seorang mahasiswa yang ingin tinggal di masjid,dia langsung menemui aku.
“Asalamualaikum bang,nama saya wandi bisa saya tinggal di masjid ini dengan abang?”
“wa’alaikum salam,ya kebetulan sekalai saya lagi butuh teman,tapi alangkah baiknya kamu Tanya langsung dengan pak ketuanya,saya aja dia yang menyruh di sini”jelasku pada wandi
“yalah malam ini juga saya akn jumpa dengan pengurus”
Setelah wandi berjumpa dengan pengurus akhirnya ia di terima untuk tinggal bersamaku. Senang juga hatiku karna ada teman ,tapi saying wandi tidak dapat lama tinggal di situ maklum masalah keuangan akhirnya dia pindah untuk tinggal di tempat lain.
Seminggu mau masuk bulan Romadhan kumar sahabatku yang di kampong dulu datang,di masjidku katanya ingin mencari kerja,sambil kuliah karna dia sudah tamat dari SMA.
“Assalamualaikum han”
“Wa’alaikum salam ,eh kamu mar akhirnya sampai juga kamu di sini”cerutuku padanya
Yalah aku kan ingin seperti kamu mencari pengalaman di tempat orang,han bolehtak aku tinggal di sini dengan kamu?”harapnya padaku
Ya mar kebetulan sekali aku tak ada teman ,tapi kamu Tanya sendiri ke pengurus
“Yalah han kalu macam tu hari ini juga aku jumpa pengurus,tapi tunjukkan aku mane pengurusnya”
“berestuu”
Akhirnya kumar di terima untuk tinggal bersamaku di masjid itu maka kami berdualah yang bekerja di bulan romadhan saat itu. Susah senang kami rasakan disitu baru dia tau kalu merantau itu butuh pengorbanan,sebagai man pepatah mengatakan kalu langit itu tidak bertiang semakin di dekan semakain jauh.
X
Ini Ramadhan ke dua ku di masjid itu
Nomor Telepon dan Alamat E-mail:
• Facebook: blogpenulis@gmail.com
• Yahoo Messenger = proumedia@yahoo.com (online selama jam kerja)
• Chat with Gmail = proumedia@gmail.com
• E-mail Redaksi/naskah = proumedia@gmail.com
• Layanan SMS 0274-7447222
• Telp/Fax 0274-376301
Langganan:
Postingan (Atom)


